Selasa, 17 Januari 2017

Muse - unintended

empty

Tried to take a picture of love
Kucoba mengambil potret cinta

Didn't think I'd miss her that much
Tak kukira aku kan amat merindukannya

I wanna fill this new frame
Ingin kuisi bingkai baru ini

But, it's
Tapi, bingkai ini hampa


Tried to write a letter in ink
Kucoba menulis surat dengan tinta

It's been getting better, I think
Sudah kian baik, kupikir

I've got a piece of paper
Aku punya selembar kertas

But, it's empty
Tapi, kertas ini hampa

It's empty
Kertas ini hampa


III
Maybe we're trying, trying too hard
Mungkin terlau keras kita berusaha, berusaha

Maybe we're torn apart
Mungkin kita tlah hancur berkeping

Maybe the timing is beating our hearts
Mungkin putaran waktu mendetakkan jantung kita

We're empty
Kita hampa


And I even wonder if we
Dan aku bahkan bertanya-tanya apakah kita

Should be getting under these sheets
Harus berada di balik selimut ini

We could lie in this bed
Kita bisa berbaring di ranjang ini

But, it's empty
Tapi, ranjang ini hampa

It's empty
Ranjang ini hampa


III
Maybe we're trying, trying too hard
Mungkin terlau keras kita berusaha, berusaha

Maybe we're torn apart
Mungkin kita tlah hancur berkeping

Maybe the timing is beating our hearts
Mungkin putaran waktu mendetakkan jantung kita

We're empty
Kita hampa


Ohh
Ohh
Ohhhhh
Ohh
Ohh

III
Maybe we're trying, trying too hard
Mungkin terlau keras kita berusaha, berusaha

Maybe we're torn apart
Mungkin kita tlah hancur berkeping

Maybe the timing is beating our hearts
Mungkin putaran waktu mendetakkan jantung kita

We're empty
Kita hampa

We're empty
Kita hampa

We're empty
Kita hampa

empty

Minggu, 15 Januari 2017

dahulu dinasti abasiyah dan dinasti fatimiyah,kini arab dan iran

Ketegangan yang masih menyelimuti kawasan Timur Tengah, menyusul hukuman mati terhadap aktivis Syiah Arab Saudi, Nimr Baqir al Nimr, mengingatkan kita akan sejarah hubungan Sunni-Syiah yang nyaris tak pernah akur. Pertentangan antara keduanya muncul tak lama setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.
 
 
Para pengikut Syiah beranggapan bahwa yang layak menggantikan Nabi Muhammad SAW tak lain adalah Ali bin Abu Thalib. Selain menjadi menantu Rasulullah dengan mempersunting Fatimah, Ali juga sepupu Muhammad SAW dan pemuda pertama yang mengakui kenabiannya. Sejarah juga mencatat Ali dan Khadijah binti Khuwailid, istri Nabi SAW, melaksanakan shalat berjemaah pertama di dunia di dekat Kakbah dengan imam Rasulullah Muhammad SAW.
Kelompok Syiah yang ekstrem bahkan tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar al Faruq, dan Utsman bin Affan, tiga khalifah sebelum Ali diangkat menggantikan Utsman. Kesetiaan pengikut Ali makin mengental setelah Ali RA dibunuh oleh Abdur-Rahman bin Muljam, konon orang yang hafal Al Quran, puasa di siang hari, dan shalat tahajud di malam hari.
Inilah sedikit latar belakang munculnya pengelompokan dalam tubuh Islam, yang terus bertahan hingga sekarang. Tiap-tiap kelompok itu mengaku paling benar sehingga memunculkan ketegangan di antara pengikutnya.
Ketegangan tersebut makin menjadi karena persoalan politik ikut mewarnai di dalamnya. Ketika Ali menjadi khalifah dan kemudian terbunuh, Gubernur Damaskus Muawiyah bin Sufyan mengambil keuntungan atas peristiwa itu. Di benak Muawiyah, Ali-lah yang selama ini dianggap menjadi penghalang baginya untuk mendirikan kerajaan.
Berbeda dengan pengangkatan khalifah sejak masa Abu Bakar Ash-Shiddiq yang tidak turun ke anak atau keluarga, Muawiyah yang mengangkat diri sebagai raja memberikan takhta kepada anaknya, Yazid. Sejak itu berdirilah Dinasti Umayyah. Para tentara Yazid inilah yang dalam sejarah tercatat melakukan pembantaian terhadap pengikut Ali, termasuk anaknya, Husain bin Ali RA, yang berarti masih cucu Rasul Muhammad.
 
 
Muawiyah yang beraliran Sunni terus berkuasa hingga digantikan Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Namun, antara abad ke-10 dan ke-11 terjadi perpecahan di tubuh Dinasti Abbasiyah, yang kemudian muncullah Dinasti Mamluk, yang juga beraliran Sunni.
Di sisi lain, kaum Syiah terus berkonsolidasi hingga berhasil mendirikan Dinasti Fatimiyah yang menguasai Afrika Utara hingga akhirnya berkedudukan di Mesir antara 910 M dan 1171 M. Dinasti inilah yang membangun Universitas Al-Azhar yang sampai sekarang masih ada di Kairo.
Antara Fatimiyah, Abbasiyah, dan Mamluk terus terjadi ketegangan. Hingga akhir abad ke-10 masuklah pasukan Frank ke kawasan Timur Tengah. Tentara Salib ini menyerbu kawasan Timur Tengah dan menimbulkan apa yang disebut Perang Salib atau di dunia Islam disebut Perang Sabil. Baik Abbasiyah maupun Fatimiyah tidak siap menghadapi kehadiran tentara Salib. Dan, kekalahan pasukan Islam di perang ini karena dua kerajaan besar Islam tersebut tidak fokus dan terus di antara mereka terlibat perang.
Penguasa Syiah di Mesir, Dinasti Fatimiyah, terusir dari negaranya menjelang abad ke-12, antara lain karena terus terlibat perang dengan Abbasiyah. Pemberontakan di dalam negeri juga terus berlangsung, hingga muncul Salahuddin Al-Ayyubi yang menggantikan Dinasti Fatimiyah. Dialah yang kemudian berhasil mengusir tentara Frank dari Jerusalem tahun 1187 M. Salahuddin kemudian mendirikan Dinasti Ayyubiyah, yang juga berpaham Sunni.
Akan tetapi, keberhasilan Salahuddin mengusir tentara Salib tidak mengurangi perseteruan di dalam tubuh Islam, khususnya hubungan Sunni-Syiah. Konflik kecil di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya terus-menerus terjadi hingga Dinasti Utsmaniyah yang juga beraliran Sunni menguasai kawasan ini akhir abad ke-13.
Turki, tempat kedudukan Dinasti Utsmaniyah, menjadi kerajaan besar dan lintas benua. Kerajaan ini berkuasa hingga abad ke-20 dan terlibat dalam Perang Dunia Kedua melawan Sekutu. Akibat kekalahan Turki, kawasan Timur Tengah tercerai-berai dan Sekutu sebagai pihak pemenang membagi-bagi wilayah itu menjadi beberapa negara.
Namun, tidak berarti pengikut Syiah menyurut. Mereka terus bergerak dan menyebar hingga terjadi Revolusi Iran di tahun 1979 yang secara resmi menyatakan Iran yang awalnya kerajaan menjadi negara republik agama dengan Syiah Imamiyah sebagai mazhab resmi negara.
Sebenarnya, penganut Syiah tersebar di seantero kawasan Timur Tengah, mulai dari Mesir hingga Indonesia. Bahkan, di beberapa negara Timur Tengah, kaum Syiah cukup dominan dari segi jumlah, seperti di Irak, Oman, dan Lebanon.
Setelah menjadi mazhab resmi negara, para pejabat Iran di mana pun ditempatkan ikut menyebarkan paham Syiah. Di sisi lain, Arab Saudi yang secara resmi menganut mazhab Wahabi juga mulai gencar menyebarkan pahamnya.
Berawal dari titik inilah, kedua negara, Iran dan Arab Saudi, terlibat persaingan dalam mengembangkan mazhab masing-masing. Pengikut Syiah yang tinggal di Arab Saudi, seperti Nimr al Nimr, mencoba menggoyang dominasi Wahabi dari dalam. Tidak heran jika pemerintah kerajaan Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati dan mengeksekusinya akhir Desember lalu.
Simak kelanjutan serial "Konflik Iran-Arab Saudi" di harian ini pada Selasa

konflik bagian arab menjelang abad 13M

1,penyebab konflik dari luar adalah
ekspedisi militer,yakni wilayah dinasti abassiyah oleh pasukan
gabungan kristen
umat kristen yang awalnya bercerai berai,setelah adanya perang suci (holy war) dari pihakgreja jristen roma mereka bersatu
A.jerman,inggris,hongaria,itly terbentuklah pasukan salib (crusaders)

2,penyebab dari dalam adalah
para khalifah yang memimpin dinasti abassiyah menjelang abad 13m,,mereka tidak cukup tanggu seperti khalifah priode pertama

nama nama tokoh dinasti abasiyah
    1
,jakar mansyur,harun al rasyid,al makmun
setelah bani abassiyah melemah maka banyak dinasti dinasti kecil yang muncul,seperti dinasti fatimiyah mesir,ayubiyah mesir,syriah,palestina

SYEIKH ABDULLAH ARIF,Penyebar Islam Pertama

NEGERI-negeri pertama di Nusantara atau dunia Melayu memeluk agama Islam ialah Aceh, Kedah dan Patani. Berbagai-bagai teori tentang kedatangan Islam di dunia Melayu. Ada sarjana berpendapat kedatangan Islam langsung dari tanah Arab.

Pendapat yang lain pula menyebut datang dari India, terutama dari Malabar dan Gujerat.

Syeikh Ahmad al-Fathani dalam Hadiqah al-Azhar wa ar-Rayahin menyebut ia juga diperanani oleh bangsa Arab-Andalus. Ada juga pendapat yang menyebut dari negeri China. Semua pendapat saya tinggalkan saja, yang dibicarakan di sini ialah bahawa daripada sekian ramai penyebar Islam yang datang di Aceh itu ialah Syeikh Abdullah Arif dan yang di Kedah pula Syeikh Abdullah al-Qumairi.

Kedua-dua ulama yang tersebut hidup sezaman dengan seorang Wali Allah yang sangat terkenal, ialah Syeikh Abdul Qadir al-Jilani. Tokoh-tokoh Islam yang datang di dunia Melayu sebahagian besar adalah diperanani oleh ulama sufi. Sebagai bukti bahawa mereka lebih mengutamakan tasawuf sekurang-kurangnya dapat dibuktikan dengan sebuah karya tulis judul Bahr al-Lahut yang dikarang oleh Syeikh Abdullah Arif.

Hingga abad yang ke-16, ajaran tasawuf masih mendominasi seluruh aspek dalam pendidikan Islam, persuratan, dan kehidupan masyarakat Melayu terutama di Aceh. Pada abad ke-16 hingga 17, hampir seluruh karya Syeikh Hamzah al-Fansuri adalah tentang tasawuf belaka. Bahkan kesan kekukuhan ajaran tasawuf masih dapat dirasakan hingga pada zaman ini.

Syeikh Abdullah Arif adalah seorang pendatang dari bumi Arab ke Aceh bersama sekian ramai mubaligh lainnya. Ada orang meriwayatkan bahawa di antara sahabat Syeikh Abdullah Arif ialah Syeikh Ismail Zaffi. Barangkali Syeikh Abdullah Arif ada hubungan atau pernah berkenalan atau pun menjadi murid seorang Wali Allah yang terkenal iaitu Syeikh Abdul Qadir al-Jilani (lahir 471 H/1079 M, wafat 561 H/1166 M).

Syeikh Abdul Qadir al-Jilani juga pernah sampai di Aceh, demikian menurut H.M. Zainuddin dalam buku Aceh dan Nusantara. Memperhatikan tahun wafat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani 561 H/1166 M dengan salah satu pendapat yang menyebut bahawa Syeikh Abdullah Arif tiba di Aceh tahun 560 H/ 1165 M (setahun sebelum kewafatan Syeikh Abdul Qadir al-Jilani), bererti dapat dipastikan sekurang-kurangnya kedua-dua ulama itu hidup sezaman.

Tersebut dalam sebuah majalah ilmiah yang diterbitkan di Mekah al-Mukarramah Zulhijjah 1356 H bersamaan Februari 1938 M, an-Nida' al-Islami, bahawa yang mula-mula penyebar agama Islam bangsa asing datang ke Sumatera ialah seorang dari Mekah iaitu Syeikh Abdullah Arif pada abad ke-13 Masihi.

Pedagang Mekah

Syeikh itu seorang pedagang di antara beberapa pedagang Mekah. Kedatangannya itu membawa pelbagai barangan yang dihasilkan di negeri Hijaz, seperti pelbagai jenis kurma, kulit kambing dan lain-lain. Syeikh Abdullah Arif itu membawa barang-barangnya turun di Sumatera Utara (Aceh), dia diterima oleh masyarakat di sana.

Disebabkan rasa tanggungjawab untuk menyebarkan Islam, dan sebab yang lain penduduk Aceh zaman itu sangat mesra bergaul dengan orang-orang Arab, termasuk Syeikh Abdullah Arif, maka mereka saling rasa terhutang budi. Oleh hal yang demikian, Syeikh Abdullah Arif dan orang-orang Arab yang lain, tertutup hati mereka untuk kembali ke negeri mereka atau pun merantau ke tempat yang lainnya.

Diriwayatkan pula bahawa Syeikh Abdullah Arif mula memberi pendidikan kepada masyarakat, ramai yang masuk Islam dan ramai pula muridnya. Murid-murid Syeikh Abdullah Arif menyebarkan Islam di pantai Barat pulau Sumatera, daerah Minangkabau.

Di antara murid beliau yang terkenal ialah Syeikh Burhanuddin. Syeikh Burhanuddin adalah yang pertama menyebarkan Islam di Sumatera Barat (Minangkabau). Kuburnya dijumpai di Kuntu di tepi Sungai Kampar Kiri (tahun wafat 610 H/1214 M). Syeikh Burhanuddin murid Syeikh Abdullah Arif ini lain dari Syeikh Burhanuddin Ulakkan murid Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri.

Dalam buku prosiding Risalah Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia, mencatatkan tahun kedatangan Syeikh Abdullah Arif itu, dinyatakan bahwa menurut hikayat yang bersumber kita sendiri seorang pengembang Arab bernama Syeikh Abdullah Arif sudah memulai pengembangan itu pada tahun Masihi 1177.

Dalam an-Nida’ al-Islami pula pula menyebut tahun 1170 M, berdasarkan penyelidikan seorang sarjana Jerman. Penyelidikan yang terkini ada pendapat lain tentang ketibaan Syeikh Abdullah Arif di Aceh, ialah tahun 506 H/1111 M dan tahun 560 H/1165 M. Tentang kubur Syeikh Abdullah Arif, H.M. Zainuddin menulis, bahawa “ada lagi satu kompleks kuburan yang bernama Jeurut Kling (Kuburan Keling). Di antara kuburan itu oleh seorang perempuan tua yang menyebut kubur Keling itu, namanya didengar dari orang-orang yang melepaskan nazar dulu disebut Abdullah Arif.”

Timur Sumatera

Di negeri-negeri di pantai timur pulau Sumatera pula Syeikh Abdullah Arif tidak mengirim murid-muridnya, kerana ketika itu telah ada seorang bernama Johan Syah yang diutus oleh Sultan Aceh sendiri. Setelah memeluk agama Islam, Johan Syah menukar namanya kepada Ali Mandayat.

Beliau mendapat pendidikan Islam di India. Ali Mandayat menerima rintangan yang banyak dari penduduk yang belum beragama dan ada juga yang beragama Hindu. Oleh itu beliau terpaksa menyebarkan Islam dengan jalan berpindah-randah dari satu kampung ke kampung. Ali Mandayat berhasil mengirim utusan belajar ke Mekah al-Mukarramah.

Akhirnya Raja Mekah mengirim Syeikh Ismail ke Sumatera di bahagian pantai timur itu. Dalam waktu yang relatif singkat dan cepat, hanya sekitar 50 tahun sesudah aktiviti Ali Mandayat itu, agama Islam tersebar hampir ke seluruh pulau Sumatera.

Syeikh Abdullah Arif barangkali termasuk salah seorang penulis berbagai-bagai kitab tentang sufi, tetapi yang baru diketahui hanya sebuah, iaitu karyanya yang berjudul Bahr al-Lahut. Kitab Bahr al-Lahut ditulis dengan bahasa Arab. Hanya sebuah naskhah atau manuskrip dalam bahasa Arab dijumpai manakala naskhah atau manuskrip yang diterjemah ke bahasa Melayu terdapat beberapa buah.

Naskhah bahasa Arab pernah dimiliki oleh Syeikh Yusuf Tajul Khalwati Makasar. Berdasarkan tahun kedatangan Syeikh Abdullah Arif di dunia Melayu dapat disimpulkan bahawa Bahr al-Lahut adalah risalah yang pertama sekali ditulis di rantau ini.

Nur Muhammad

Manuskrip dalam bahasa Arab adalah salinan yang diusahakan oleh Syeikh Yusuf Tajul Khalwati Makasar. Secara umum kandungan Bahr al-Lahut adalah membicarakan akidah, tasawuf dan kejadian alam semesta. Dimulakan dengan kisah kejadian Nur Muhammad, dilanjutkan dengan kejadian alam semesta, tujuh petala langit, tujuh petala bumi, alam yang nyata dan alam yang ghaib.

Allah mengangkat darjat Nabi Muhammad s.a.w. pada sisi keagungan-Nya. Nabi Muhammad s.a.w. adalah makhluk Allah yang paling tinggi kedudukannya berbanding semua makhluk yang dijadikan oleh Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi yang awal pada kejadian Nur dan Nabi yang akhir pada kejadian sebagai utusan Allah di permukaan bumi.

Tiada Nabi yang lain sesudah Nabi Muhammad s.a.w. Allah menjadikan itu sekeliannya daripada Nur al-Wilayah dan Nur an-Nubuwah. Bahawa Nur al-Wilayah dan Nur an-Nubuwah itu adalah sifat Nabi Muhammad s.a.w.. Nur al-Wilayah itu tempatnya pada batin (tersembunyi) sedang Nur an-Nubuwah itu tempatnya pada zahir (nyata).

Sesungguhnya ada lagi yang dinamakan jauhar. Bahawa jauhar yang pertama dinamakan Alam al-Kabir (Alam Besar). Selain itu Allah menjadikan sekalian rangkaian susunan kejadian kosmos yang dinamakan Arasy, Kursi, Lauh al-Mahfuz, kalam, Samawat (Langit), al-Ardh (Bumi), an-Nujum (bintang-bintang), syurga dan neraka berserta sekelian penghuni dan isinya.

Segala kejadian itu adalah ajaib belaka. Ada pun bumi dihuni oleh sekalian bangsa manusia, haiwan, jin dan syaitan. Dari semua nama yang disebutkan itu, mulai Arasy dan seterusnya hanya bumi saja paling banyak digunakan manusia, kerana bumi adalah tempat kediaman mereka.

Walaupun ada usaha-usaha manusia mengharungi angkasa luar hingga berusaha melakukan penyelidikan ke bulan dan planet-planet lainnya, namun pencapaian yang dapat dijangkau oleh kebanyakan manusia hanyalah dalam bumi juga.

Manusia diberi akal oleh Allah s.w.t. untuk mencapai segala-galanya, dengan tidak menafikan kemampuan tentang dunia, namun pada hakikatnya pengetahuan manusia tentang keseluruhan yang ada pada bumi sendiri pun tidak akan habis-habisnya untuk diselidiki dan digarap untuk kepentingan manusia.

Pegangan akidah

Pegangan akidah Syeikh Abdullah Arif adalah sama dengan pegangan ulama-ulama Ahli Sunah wal Jamaah yang muktabar, tentang tiada sesuatu yang tersembunyi bagi Allah s.w.t. Lalu beliau memetik pendapat yang beliau namakan ahlus sirri (maksudnya orang-orang yang dapat mengetahui perkara-perkara rahsia hakikat). Menurut Syeikh Abdullah Arif ahlus sirri berkata: “Ada pun Allah s.w.t itu melihat pada jauh dan melihat pada hampir sekeliannya.”

Pengertian Syeikh Abdullah Arif tentang syahadat pula beliau huraikan sebagai berikut: “Berkata ahli al-musyahadah, adapun tempat syahadat itu, bahawa melihat ia bagi dirinya, maka tiada dapat tiada segala orang yang Mukmin dipandang yang demikian itu, maka sahlah pandangannya seperti Allah dan Rasul-Nya.” Yakni diumpamakan seperti orang melihat sehari bulan dan melihat purnama bulan dengan penuhnya.

Maka telah berkata orang ahlul isyarah: “Ada pun sehari bulan itulah hendak menjadikan purnama bulan adanya.”

Selanjutnya dihuraikan pula tentang Islam, kata beliau, “ketahui olehmu bahawa Islam dan kamal al-Islam (kesempurnaan Islam) itu adalah dikukuhkan daripada kalimah syahadah.” Ada pun kamal al-Islam itu, maka memandang yang sebenar-benarnya, tulus dan ikhlasnya, iaitu mukmin dengan sebenar-benarnya kerana penglihatan itu seperti sabda Nabi s.a.w., Barang siapa berfikir dengan sekejap mata sekalipun, kerana memikirkan Allah Taala, maka terlebih baik daripada berbuat ibadat 1,000 tahun lamanya.

Syeikh Abdullah Arif membahas selanjutnya, Maka telah berkata orang ahl al-Muqabalah, “Jadikan dirimu dengan perintah tuhanmu dengan sempurna adamu dengan Qudrat tuhanmu. Maka dijadikan diri kamu itu sebagai tempat kenyataan kenal kepada tuhanmu.”

Untuk menguatkan pegangan Syeikh Abdullah Arif menggunakan dalil firman Allah, Tiap-tiap sesuatu itu binasa jua, melainkan yang tiada binasa hanya Allah, bagi-Nya kekuasaan menentukan hukum, dan kepada-Nya kamu dikembalikan. (Al-Qasas: 88)

Kamis, 12 Januari 2017

Schrödinger, of cat fame, had a very open polyfamily

Mengapa tidak ini lebih dikenal? Erwin Schrödinger, pelopor fisika kuantum Austria dan penemu
yang terkenal "melarikan diri dari Nazi dengan keluarganya," tinggal di sebuah polyfamily terbuka: a ménage à trois dengan istrinya Anny Bertel dan pasangan Hilde Maret. Mereka memiliki berkat suami bulan Maret, fisikawan Arthur Maret, yang dirinya pencinta Anny ini. Bersama tiga mengangkat Erwin dan putri Hilde, Ruth Maret.

Meskipun karirnya cemerlang, ketenaran dunia, dan 1933 Penghargaan Nobel dalam Fisika, Schrödinger rupanya ditolak di Oxford dan Princeton untuk kehidupan rumah yang tidak lazim. Akhirnya, pada tahun 1940, keluarga menetap di Irlandia oleh kasih karunia perdana menteri Irlandia (matematika). Ada Schrödinger membantu mendirikan Dublin Institute for Advanced Studi dan melanjutkan karirnya sampai pensiun.

Artikel di bawah ini adalah dari situs silsilah - yang memperhatikan lebih dekat dengan sejarah keluarga dari biografi tujuan umum kadang-kadang melakukan. Bagian tampaknya diangkat dari Schrödinger . Kedua memberikan referensi lebih lanjut.



... Pada tahun 1933, bagaimanapun, Schrödinger memutuskan untuk meninggalkan Jerman; ia tidak menyukai Nazi 'anti-semitisme. Dia menjadi Fellow Magdalen College di Universitas Oxford. Segera setelah ia tiba, ia menerima Hadiah Nobel bersama-sama dengan Paul Adrien Maurice Dirac.

Posisinya di Oxford tidak berhasil; kehidupan pribadi yang tidak lazim (Schrödinger hidup dengan dua wanita) tidak bertemu dengan penerimaan.

Pada tahun 1934, Schrödinger kuliah di Princeton University; ia ditawari posisi permanen di sana, tetapi tidak menerimanya. Sekali lagi, keinginannya untuk mendirikan rumah dengan istri dan gundiknya mungkin menimbulkan masalah.

Dia memiliki prospek posisi di University of Edinburgh tapi penundaan visa terjadi, dan pada akhirnya ia mengambil posisi di University of Graz di Austria pada tahun 1936 [di mana, pada tahun 1939, ia tertangkap di Anschluss Jerman].

Di tengah isu kepemilikan ini pada tahun 1935, setelah korespondensi yang luas dengan teman pribadi Albert Einstein, ia mengusulkan Schrödinger Cat berpikir bereksperimen [untuk menggambarkan absurditas jelas kuantum gelombang-fungsi runtuh disebabkan oleh manusia mengambil melihat].

... Schrödinger meminta seorang rekan, Arthur Maret, yang akan ditawarkan sebuah pos sebagai asistennya dengan dia di mana ia pergi.

Permintaan untuk Maret berasal dari hubungan yang tidak konvensional Schrödinger dengan wanita: meskipun hubungan dengan istrinya Anny yang baik, dia punya banyak kekasih dengan pengetahuan penuh istrinya (dan pada kenyataannya, Anny memiliki kekasihnya sendiri, [matematikawan dan fisikawan] Hermann Weyl). Schrödinger meminta Maret menjadi asistennya karena, pada saat itu, dia jatuh cinta dengan istri Maret ini Hilde.

Payudara di University of Vienna, dengan
versi kompak dari persamaan Schrödinger.
... Pada tahun 1940 ia menerima undangan pribadi dari [perdana menteri, matematikawan] Irlandia Éamon de Valera, untuk tinggal di Irlandia dan setuju untuk membantu mendirikan Institute for Advanced Studi di Dublin. Dia pindah ke Clontarf, Dublin dan menjadi Direktur Sekolah untuk Fisika Teoretis dan tetap di sana selama 17 tahun, selama waktu ia menjadi warga negara Irlandia naturalisasi.

... Schrödinger memiliki pernikahan yang panjang, bahagia, dan sangat terbuka dengan Annemarie Bertel, putri seorang ahli kimia dihormati. Dia terus log rinci dari berbagai petualangan seksualnya, termasuk seorang gadis remaja berusia ia tergoda dan diresapi sementara bertindak sebagai tutor matematika nya. [Nah, ada dia pergi sebagai seorang anak poster. -ed.] Dia memiliki anak dengan setidaknya tiga dari gundiknya, termasuk seorang anak perempuan oleh Hilde Maret, istri rekannya Arthur Maret, yang dirinya seorang kekasih istri Schrödinger.

prau layar '' ki narto sabdo ''

Selasa, 10 Januari 2017

adzan terakir bilal bin rabah



Sejak setelah Rasulullah wafat, Bilal bin Rabbah menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengumandangkan adzan lagi. Setelah mengumandangkan azan atas perintah Abu bakar Kepada Bilal disaat kewafatan Rasul.  
Kesedihannya yang begitu menyayat hati, mengenang masa-masa disaat bersama Rasulullah. Membuat hati Bilal selalu merasakan perih yang begitu menyesakkan dada. Seakan tangisnya tidak bisa dibendung. Atas wafatnya seseorang yang begitu ia kagumi dan yang selalu mencintainya.
Dengan kesedihan itu, Bilal Memutuskan untuk meninggalkan Madinah, dan pergi bersama rombongan pasukan Islam berangkat menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria.
Bertahun-tahun Bilal tinggal disana, seakan kesedihan itu tidak lagi teringat. Namun Pada Suatu malam Rasulullah hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya, "Wahai Bilal, mengapa engkau tak mengunjungiku ? Mengapakah sampai seperti ini ?"
Bilal pun terbangun dalam keadaan Sedih, teringat kepada Rasulullah SAW. Karena ia telah lama tidak ke Madinah. Bilal segera ia mempersiapkan perjalanan ke Madinah untuk berziarah ke makam Rasulullah. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Rasulullah. Setiba di Madinah, Bilal menuju Makam Rasulullah SAW untuk berziarah. Ia menumpahkan segala rasa rindu dan kesedihannya dimakam sang Rasulullah SAW, karena teringat kembali dengan masa-masa ketika Bersama Rasulullah.
Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa mendekatinya. Keduanya adalah cucu Rasulullah Hasan dan Husein. Dengan mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua itupun memeluk kedua cucu Rasulullah tersebut.
Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal, "Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan untuk kami ? Kami ingin mengenang kakek kami."
Ketika itu, Umar bin Khattab yang saat itu telah menjadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan tersebut, dan beliaupun juga memohon kepada Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.
Bilal pun memenuhi permintaan itu.
Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Rasulullah masih hidup.
Mulailah dia mengumandangkan adzan.
Saat lafadz Allahu Akbar dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun - tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok Nan Agung, suara yang begitu dirindukan itu telah kembali.
Ketika Bilal meneriakkan kata 'Asyhadu an laa ilaha illallah', seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sambil berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.
Dan saat bilal mengumandangkan 'Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah', Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Rasulullah, Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya, lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu madinah mengenang masa saat masih ada Rasulullah diantara mereka.
Hari itu adalah adzan pertama dan terakhir bagi Bilal setelah Rasulullah wafat. Adzan yang telah menerbitkan rasa kerinduan penduduk Madinah kepada Rasulullah. Adzan yang tak bisa dirampungkan.
Dan pada saat itu, Kota Madinah banjir oleh air mata kerinduan kepada Rasulullah.

BEST ADZAN AT MADINAH-BY HAKIMIE CHANNEL

Sejarah Harley Davidson

Debutnya dimulai dari kaleng bekas untuk mesin. Persaingan dengan sepeda motor bikinan Jepang, membuatnya harus mengubah pola manajemen agar bisa kembali bangkit dari krisis. Inilah perjuangan Harley Davidson, yang lebih dari 100 tahun menjadi ikon maskulinitas.

Sejarah motor Harley-Davidson dimulai di Milwaukee pada tahun 1903. Saat itu, Bill Harley dan Arthur Walter Davidson yang mengembangkan sebuah motor satu silinder. Dan hebatnya, seseorang membelinya ! Pada tahun 1905, mereka kemudian berhasil membuat 11 unit motor, pada tahun 1908 meningkat menjadi 154 motor….akhirnya mereka memiliki sebuah pabrik motor, yang awalnya hanya terbuat dari papan, kebetulan yang membuat adalah ayah dari Davidson. Pabrik kecil ini kemudian berkembang, salah satu anggota keluarga Davidson, William, kemudian ikut bergabung. Akhirnya mereka merekrut 20 orang karyawan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Tahun 1909, Bill Harley membuat proyek mesin V twin 1000 cc. Kala itu mesin ini bisa menghasilkan 7 horsepower. Mesin dengan konfigurasi V-twin 45 derajat menjadi ciri khas dari motor Harley-Davidson.

Sejarah Awal Terciptanya Motor Harley DavidsonTahun 1910, adalah awal pemasangan logo yang legendaries “Bar and Shield” di motor Harley-Davidson. Pada tahun ini, beberapa lomba balap motor, ketahanan motor dan lomba naik bukit dimenangkan oleh Harley-Davidson.

Tahun 1912 dicirikan dengan pertumbuhan yang pesat dari pabrik motor Harley-Davidson. Pada saat itu, mulai dibangun 6 pabrik baru, bahkan pada saat itu sudah mulai dilakukan ekspor ke Jepang. Di Amerika Serikat sendiri sudah berdiri lebih dari 200 dealer penjualan motor Harley Davidson.

Tahun 1914 mulai diperkenalkan sidecar.

Tahun 1915 mulai diperkenalkan transmisi sliding gear 3 kecepatan. Tahun 1917, satu dari tiga motor dikirim untuk kepentingan Militer Amerika Serikat. Pada tahun berikutnya, jumlah yang dikirim untuk kepentingan militer malah meningkat menjadi 50 % dari total produksi. Pada akhir tahun itu, diperkirkan lebih dari 20.000 unit motor Harley-Davidson yang dipakai oleh pihak militer.

Tahun 1918, Harley-Davidson merupakan pabrik motor terbesar di dunia. Tetapi kemudian datanglah masa suram bagi Harley-Davidson, yaitu ketika harga mobil semakin murah (lahirnya mobil tipe T-Ford), dan banyak orang menilai motor sudah ketinggalan jaman.

Tahun 1920, diperkenalkan tanki tipe tear drop, menggantikan tanki yang menggantung di backbone. Pada tahun 1926, motor dengan satu silinder kemudian muncul lagi, setelah produksinya berhenti pada tahun 1918. Pada tahun 1928, pertama kali diperkenalkan mesin Twin-cam dan rem roda depan di motor Harley-Davidson. Dengan perubahan ini, motor dapat dipacu hingga 85 mil per jam.

1930 mulai diperkenalkan motor trike (roda tiga) sebagai motor Service-Car, bahkan banyak yang digunakan untuk kepentingan komersil dan kepentingan bagi kepolisian. Pada saat itu, logo sayap elang mulai digambar di tangki, beberapa perubahan juga dilakukan di sector mesin.

Tahun 1936 sangat istimewa bagi Harley-Davidson, karena pada saat itu lahirlah mesin 1340 cc. Mesin ini kemudian diaplikasikan ke Harley-Davidson tipe Knucklehead. Pada tahun 1947, tipe Panhead pertama kali diluncurkan dari pabrik, menandai Harley-Davidson sebagai satu-satunya motor bangsa Amerika.


Tahun 1940-an, adalah masa-masa patriotic bagi Harley-Davidson, karena semua produksi ditujukan untuk membantu pihak militer berperang. Bahkan pada tahun 1941, produksi Harley-Davidson untuk sipil dihentikan, semua produksi diarahkan pada untuk kebutuhan militer.

Pada tahun 1945, produksi motor untuk konsumsi sipil dibuka kembali. Harley-Davidson membeli pabrik tua A.O. Smith Propeller Plant, khusus untuk pembuatan mesin. Mesin ini kemudian dikirim ke pabrik lama di Juneau Avenue untuk dirakit. Pada tahun 1949, system hidrolik rem depan diperkenalkan pada model Hydra-Glide.

Tahun 1950-an adalah tahun yang buruk bagi Harley-Davidson. Saat itu Inggris menguasasi 40 % pangsa pasar dengan motor model Triumph. Tapi untunglah, pada tahun 1957, Sporster telah lahir, merupakan motor Harley tercepat dari yang sudah ada selama itu.

Tahun 1969, adalah saat ketika Harley-Davidson melakukan merger dengan American Machine and Foudry Compaly (AMF). Tetapi kualitas yang dihasilkan sangat menurun, sehingga produk Super Glide dan SLCR Caferacer pada tahun 1970 mendapat nama yang buruk. Kemudian manjemen Harley Davidson berhasil keluar dari merger dan bertekad menghasilkan motor yang modern tetapi tetap bercirikan Harley-Davidson.

Awal tahun 1970-an merupakan periode revolusi bagi Harley Davidson. Tahun 1971, tipe cruiser telah lahir yang bercirikan dengan mesin yang sporti tetapi sasis dan penggerak tetap memakai produk tipe Flathead. Tahun 1973, operasi perakitan dipindah ke lokasi baru di Pennsylvania. Tahun 1975, Harley-Davidson memperoleh penghargaan AMA pada ajang Grand National Championships lomba dirt track. Tahun 1977,diperkenalkan FXS Low Rider dan LHS Electra Glide. FXS merupakan tipe posisi tempat duduk yang rendah (sehingga dikenal dengan istilah : Low Rider).

Tahun 1980, diperkenalkan FLT dengan 5 kecepatan dan perubahan penggunaan belt dengan memakai merek Kevlar.

Pada tahun 1982, Harley-Davidson menerapkan system Materials as Needed (MAN) di line produksinya. Sistem ini mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas. Tahun 1983, pertama kali diperkenalkan H.O.G yang disupport oleh Harley-Davidson. Tahun 1984, diperkenalkan model Softail.
Tahun 1987, Harley Davidson melakukan listing di bursa saham New York Stock Exchange. Pada saat itu, diperkenalkan tipe FXSTS Springer Softail, yang merupakan motor klasik 1340 cc pada era modern.

Pada tahun 1990-an, diperkenalkan desain Fat Boy. Nama Fat Boy sendiri diambil dari kombinasi nama pesawat pembom yang menjatuhkan bom atom di Hirosima dan Nagasaki, yaitu dari pesawat pembom : “Fat man” dan “Little Boy”.

Tahun 1991 dipernalkan FXDB Dyna Glide Sturgis. Tahun 1994 adalah masa Harley-Davidson masuk ke era model Superbike dengan meluncurkan tipe : VR1000. Tipe VR1000 dicirikan dengan doble overhead cam dan pendingin mesin cair.

Tahun 1996 dibuka pabrik di Franklin, Winconsin untuk Asesories dan Art Part motor Harley-Davidson. Pada tahun yang sama, kemudian menambah fasilitas Pusat Pengembangan Produk di Milwoukee. Tahun 1997, pabrik baru di Kansas City, pertama kali menghasilkan model Sporter baru. Tahun 1998, dibuka pabrik perakitan di Brazil, yang menghasilkan produk tipe Softail dengan fuel injection.

Saat ini di Amerika Serikat, Harley-Davdson menguasai 62 % pangsa pasar motor dengan cc diatas 850 cc.

Senin, 09 Januari 2017

budaya nasional lengkap,click disini

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bagi Masyarakat Pendukungnya, Semarang: P&K, 199
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amendemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.[1]

Wujud kebudayaan daerah di Indonesia

Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Berikut ini beberapa kebudayaan Indonesia berdasarkan jenisnya:

Rumah adat

Rumah gadang, rumah adat sumatera barat
  • Berikut adalah daftar rumah adat di Indonesia

Upacara Adat

Upacara adat merupakan suatu bentuk tradisi yang bersifat turun-temurun yang dilaksanakan secara teratur dan tertib menurut adat kebiasaan masyarakat dalam bentuk suatu rangkaian aktivitas permohonan sebagai ungkapan rasa terima kasih. Selain itu, upacara adat merupakan perwujudan dari sistem kepercayaan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai universal, bernilai sakral, suci, religius, dilakukan secara turun-temurun serta menjadi kekayaan kebudayaan nasional.
Unsur-unsur dalam upacara adat meliputi: tempat upacara, waktu pelaksanaan, benda-benda/peralatan dan pelaku upacara yang meliputi pemimpin dan peserta upacara.
Jenis-jenis upacara adat di Indonesia antara lain: Upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, pengukuhan kepala suku dan sebagainya.
Beberapa upacara adat tradisional yang dilaksanakan masyarakat antara lain:

Sumatera

Jawa

Wayang Kulit

Kalimantan

Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur

Sulawesi

Nusa Tenggara

Maluku

Papua

Tarian

Tari tradisional, bagian dari budaya daerah yang menyusun kebudayaan nasional Indonesia
Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.
Untuk keperluan penggolongan, seni tari di Indonesia dapat digolongkan ke dalam berbagai kategori. Dalam kategori sejarah, seni tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.

Lagu

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname.
Lagu kedaerahan mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Manuk Dadali dari Jawa Barat dan Rasa Sayange dari Maluku.
Selain lagu daerah, Indonesia juga memiliki beberapa lagu nasional atau lagu patriotik yang dijadikan sebagai lagu penyemangat bagi para pejuang pada masa perang kemerdekaan.
Perbedaan antara lagu kebangsaan dengan lagu patriotik adalah bahwa lagu kebangsaan ditetapkan secara resmi menjadi simbol suatu bangsa. Selain itu, lagu kebangsaan biasanya merupakan satu-satunya lagu resmi suatu negara atau daerah yang menjadi ciri khasnya. Lagu Kebangsaan Indonesia adalah Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman.

Musik

Gamelan
Identitas musik Indonesia mulai terbentuk ketika budaya Zaman Perunggu bermigrasi ke Nusantara pada abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Musik-musik suku tradisional Indonesia umumnya menggunakan instrumen perkusi, terutama gendang dan gong. Beberapa berkembang menjadi musik yang rumit dan berbeda-beda, seperti alat musik petik sasando dari Pulau Rote, angklung dari Jawa Barat, dan musik orkestra gamelan yang kompleks dari Jawa dan Bali
Musik di Indonesia sangat beragam dikarenakan oleh suku-suku di Indonesia yang bermacam-macam, sehingga boleh dikatakan seluruh 17.508 pulaunya memiliki budaya dan seninya sendiri.[2] Indonesia memiliki ribuan jenis musik, kadang-kadang diikuti dengan tarian dan pentas. Musik tradisional yang paling banyak digemari adalah gamelan, angklung dan keroncong, sementara musik modern adalah pop dan dangdut.

Seni Gambar

Seni Patung

Pakaian Adat

Ulos yang dipakai penari Sigale gale.
Berikut adalah daftar pakaian adat di Indonesia:

Seni Suara

Seni Sastra

Sastra Indonesia adalah sebuah istilah yang melingkupi berbagai macam karya sastra di Asia Tenggara. Istilah "Indonesia" sendiri mempunyai arti yang saling melengkapi terutama dalam cakupan geografi dan sejarah poltik di wilayah tersebut.
Sastra Indonesia sendiri dapat merujuk pada sastra yang dibuat di wilayah Kepulauan Indonesia. Sering juga secara luas dirujuk kepada sastra yang bahasa akarnya berdasarkan Bahasa Melayu (dimana bahasa Indonesia adalah satu turunannya). Dengan pengertian kedua maka sastra ini dapat juga diartikan sebagai sastra yang dibuat di wilayah Melayu (selain Indonesia, terdapat juga beberapa negara berbahasa Melayu seperti Malaysia dan Brunei), demikian pula bangsa Melayu yang tinggal di Singapura.

Makanan

Contoh hidangan Indonesia khas Sunda; ikan bakar, nasi timbel (nasi dibungkus daun pisang), ayam goreng, sambal, tempe dan tahu goreng, dan sayur asem; semangkuk air dengan jeruk nipis adalah kobokan.
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.
Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.

Film

Poster film Loetoeng Kasaroeng tahun 1926.
Era awal perfilman Indonesia ini diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Batavia dengan nama Gambar Idoep yang menayangkan berbagai film bisu.
Film pertama yang dibuat pertama kalinya di Indonesia adalah film bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp. Saat film ini dibuat dan dirilis, negara Indonesia belum ada dan masih merupakan Hindia Belanda, wilayah jajahan Kerajaan Belanda. Film ini dibuat dengan didukung oleh aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di teater Elite and Majestic, Bandung.
Perfilman Indonesia sendiri memiliki sejarah yang panjang dan sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, ketika film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal. Film-film yang terkenal pada saat itu antara lain, Catatan si Boy, Blok M dan masih banyak film lain. Bintang-bintang muda yang terkenal pada saat itu antara lain Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady, Desy Ratnasari.
Selain film-film komersil, juga ada banyak film film nonkomersil yang berhasil memenangkan penghargaan di mana-mana yang berjudul Pasir Berbisik yang menampilkan Dian Sastrowardoyo dengan Christine Hakim dan Didi Petet. Selain dari itu ada juga film yang dimainkan oleh Christine Hakim seperti Daun di Atas Bantal yang menceritakan tentang kehidupan anak jalanan. Tersebut juga film-film Garin Nugroho yang lainnya, seperti Aku Ingin Menciummu Sekali Saja, juga ada film Marsinah yang penuh kontroversi karena diangkat dari kisah nyata. Selain itu juga ada film film seperti Beth, Novel tanpa huruf R, Kwaliteit 2 yang turut serta meramaikan kembali kebangkitan film Indonesia. Festival Film Indonesia juga kembali diadakan pada tahun 2004 setelah vakum selama 12 tahun.

Referensi

  1. ^ Direktorat Sejarah dan Nilai Tradsional, Kongres Kebudayaan 1991: Kebudayaan Nasional Kini dan pada Masa Depan
  2. ^ Indonesian Geography http://countrystudies.us/indonesia/28.htm