Sabtu, 07 Januari 2017

surat Al-Kahf (18)

"Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Qur'an), dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya," – (QS.18:1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا
Al-hamdu lillahil-ladzii anzala 'ala 'abdihil kitaaba walam yaj'al lahu 'iwajaa
002
"sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan membawa berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal shaleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik (surga)," – (QS.18:2)
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Qai-yiman liyundzira ba'san syadiidan min ladunhu wayubasy-syiral mu'miniinal-ladziina ya'maluunash-shaalihaati anna lahum ajran hasanan
003
"mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." – (QS.18:3)
مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
Maakitsiina fiihi abadan
004
"Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang, yang berkata: 'Allah mengambil seorang anak'." – (QS.18:4)
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
Wayundziral-ladziina qaaluuuut-takhadzallahu waladan
005
"Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu), kecuali dusta." – (QS.18:5)
مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلا لآبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلا كَذِبًا
Maa lahum bihi min 'ilmin walaa li-aabaa-ihim kaburat kalimatan takhruju min afwaahihim in yaquuluuna ilaa kadziban
006
"Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu (sangat kecewa), karena bersedih hati, sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)." – (QS.18:6)
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَى آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
Fala'allaka baakhi'un nafsaka 'ala aatsaarihim in lam yu'minuu bihadzaal hadiitsi asafan
007
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi, sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatan-nya." – (QS.18:7)
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الأرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلا
Innaa ja'alnaa maa 'alal ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ai-yuhum ahsanu 'amalaa
008
"Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya, menjadi tanah rata, lagi tandus," – (QS.18:8)
وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا
Wa-innaa lajaa'iluuna maa 'alaihaa sha'iidan juruzan
009
"Atau kamu mengira, bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan." – (QS.18:9)
أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
Am hasibta anna ashhaabal kahfi warraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajaban
010
"(Ingatlah), tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: 'Wahai Rabb-kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)'." – (QS.18:10)
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Idz awal fityatu ilal kahfi faqaaluuu rabbanaa aatinaa min ladunka rahmatan wahai-yi-a lanaa min amrinaa rasyadan
011
"Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu," – (QS.18:11)
فَضَرَبْنَا عَلَى آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا
Fadharabnaa 'ala aadzaanihim fiil kahfi siniina 'adadan
012
"kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu, yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)." – (QS.18:12)
ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَى لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا
Tsumma ba'atsnaahum lina'lama ai-yul hizbaini ahsha limaa labitsuu amadan
013
"Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk," – (QS.18:13)
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Nahnu naqush-shu 'alaika nabaahum bil haqqi innahum fityatun aamanuu birabbihim wazidnaahum hudan
014
"dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka berkata: 'Rabb-kami adalah Rabb langit dan bumi, kami sekali-kali tidak menyeru Ilah selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian, telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran." – (QS.18:14)
وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
Warabathnaa 'ala quluubihim idz qaamuu faqaaluuu rabbunaa rabbus-samaawaati wal ardhi lan nad'uwa min duunihi ilahan laqad qulnaa idzan syathathan
015
"Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia, sebagai ilah-ilah (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka). Siapakah yang lebih zalim, daripada orang-orang yang mengada-ada(kan) kebohongan terhadap Allah." – (QS.18:15)
هَؤُلاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَوْلا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
Ha'ulaa-i qaumunaa-attakhadzuu min duunihi aalihatan laulaa ya'tuuna 'alaihim bisulthaanin bai-yinin faman azhlamu mimmaniiftara 'alallahi kadziban
016
"Dan apabila kamu meninggalkan mereka, dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabb-mu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu, dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu." – (QS.18:16)
وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرفَقًا
Wa-idzii'tazaltumuuhum wamaa ya'buduuna ilaallaha fa'wuu ilal kahfi yansyur lakum rabbukum min rahmatihi wayuhai-yi-a lakum min amrikum mirfaqan
017
"Dan kamu akan melihat matahari, ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun, yang dapat memberi petunjuk kepadanya." – (QS.18:17)
وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا
Watarasy-syamsa idzaa thala'at tazaawaru 'an kahfihim dzaatal yamiini wa-idzaa gharabat taqridhuhum dzaatasy-syimaali wahum fii fajwatin minhu dzalika min aayaatillahi man yahdillahu fahuwal muhtadi waman yudhlil falan tajida lahu walii-yan mursyidan
018
"Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri), dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka." – (QS.18:18)
وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُمْ بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا
Watahsabuhum aiqaazhan wahum ruquudun wanuqallibuhum dzaatal yamiini wadzaatasy-syimaali wakalbuhum baasithun dziraa'aihi bil washiidi lawiith-thala'ta 'alaihim lawallaita minhum firaaran walamuli-ata minhum ru'ban
019
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: 'Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)'. Mereka menjawab: 'Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari'. Berkata (yang lain lagi): 'Rabb-kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu, (untuk) pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut, dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun." – (QS.18:19)
وَكَذَلِكَ بَعَثْنَاهُمْ لِيَتَسَاءَلُوا بَيْنَهُمْ قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنْظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا
Wakadzalika ba'atsnaahum liyatasaa-aluu bainahum qaala qaa-ilun minhum kam labitstum qaaluuu labitsnaa yauman au ba'dha yaumin qaaluuu rabbukum a'lamu bimaa labitstum faab'atsuu ahadakum biwariqikum hadzihi ilal madiinati falyanzhur ai-yuhaa azka tha'aaman falya'tikum birizqin minhu walyatalath-thaf walaa yusy'iranna bikum ahadan
020
"Sesungguhnya, jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya'." – (QS.18:20)
إِنَّهُمْ إِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا
Innahum in yazhharuu 'alaikum yarjumuukum au yu'iiduukum fii millatihim walan tuflihuu idzan abadan
021
"Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: 'Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Rabb-mereka lebih mengetahui tentang mereka'. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: 'Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadahan di atasnya'." – (QS.18:21)
وَكَذَلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوا أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ السَّاعَةَ لا رَيْبَ فِيهَا إِذْ يَتَنَازَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ فَقَالُوا ابْنُوا عَلَيْهِمْ بُنْيَانًا رَبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِمْ مَسْجِدًا
Wakadzalika a' tsarnaa 'alaihim liya'lamuu anna wa'dallahi haqqun wa-annassaa'ata laa raiba fiihaa idz yatanaaza'uuna bainahum amrahum faqaaluuuubnuu 'alaihim bunyaanan rabbuhum a'lamu bihim qaalal-ladziina ghalabuu 'ala amrihim lanattakhidzanna 'alaihim masjidan
022
"Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang ke empat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: '(jumlah mereka) adalah lima orang yang ke enam adalah anjingnya', sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: '(jumlah mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya'. Katakanlah: 'Rabb-ku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka, kecuali sedikit'. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja, dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka." – (QS.18:22)
سَيَقُولُونَ ثَلاثَةٌ رَابِعُهُمْ كَلْبُهُمْ وَيَقُولُونَ خَمْسَةٌ سَادِسُهُمْ كَلْبُهُمْ رَجْمًا بِالْغَيْبِ وَيَقُولُونَ سَبْعَةٌ وَثَامِنُهُمْ كَلْبُهُمْ قُلْ رَبِّي أَعْلَمُ بِعِدَّتِهِمْ مَا يَعْلَمُهُمْ إِلا قَلِيلٌ فَلا تُمَارِ فِيهِمْ إِلا مِرَاءً ظَاهِرًا وَلا تَسْتَفْتِ فِيهِمْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi'uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bil ghaibi wayaquuluuna sab'atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a'lamu bi'iddatihim maa ya'lamuhum ilaa qaliilun falaa tumaari fiihim ilaa miraa-an zhaahiran walaa tastafti fiihim minhum ahadan
023
"Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: 'Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi'," – (QS.18:23)
وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا
Walaa taquulanna lisyai-in innii faa'ilun dzalika ghadan
024
"kecuali (dengan menyebut): 'Insya Allah'. Dan ingatlah kepada Rabb-mu, jika kamu lupa, dan katakanlah: 'Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberiku petunjuk, kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini'." – (QS.18:24)
إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لأقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَدًا
Ilaa an yasyaa-allahu waadzkur rabbaka idzaa nasiita waqul 'asa an yahdiyani rabbii aqraba min hadzaa rasyadan
025
"Dan mereka tinggal dalam gua mereka (selama) tiga ratus tahun, dan ditambah sembilan tahun (lagi)." – (QS.18:25)
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mii-atin siniina waazdaaduu tis'an
026
"Katakanlah: 'Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya, dalam menetapkan keputusan'." – (QS.18:26)
قُلِ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثُوا لَهُ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ مَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا يُشْرِكُ فِي حُكْمِهِ أَحَدًا
Qulillahu a'lamu bimaa labitsuu lahu ghaibus-samaawaati wal ardhi abshir bihi wa-asmi' maa lahum min duunihi min walii-yin walaa yusyriku fii hukmihi ahadan
027
"Dan bacakanlah apa yang (telah) diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al-Qur'an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya." – (QS.18:27)
وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا
Waatlu maa uuhiya ilaika min kitaabi rabbika laa mubaddila likalimaatihi walan tajida min duunihi multahadan
028
"Dan bersabarlah kamu, bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari, dengan mengharap keredhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka, (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang, yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." – (QS.18:28)
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
Waashbir nafsaka ma'al-ladziina yad'uuna rabbahum bil ghadaati wal 'asyii-yi yuriiduuna wajhahu walaa ta'du 'ainaaka 'anhum turiidu ziinatal hayaatiddunyaa walaa tuthi' man aghfalnaa qalbahu 'an dzikrinaa waattaba'a hawaahu wakaana amruhu furuthan
029
"Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Rabb-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolak (api)nya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum, dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk, dan tempat istirahat yang paling jelek." – (QS.18:29)
وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا
Waqulil haqqu min rabbikum faman syaa-a falyu'min waman syaa-a falyakfur innaa a'tadnaa li-zhzhaalimiina naaran ahaatha bihim suraadiquhaa wa-in yastaghiitsuu yughaatsuu bimaa-in kal muhli yasywiil wujuuha bi-asasy-syaraabu wasaa-at murtafaqan
030
"Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal shaleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang, yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik." – (QS.18:30)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلا
Innal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati innaa laa nudhii'u ajra man ahsana 'amalaa
031
"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas, dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah." – (QS.18:31)
أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الأرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
Uula-ika lahum jannaatu 'adnin tajrii min tahtihimul anhaaru yuhallauna fiihaa min asaawira min dzahabin wayalbasuuna tsiyaaban khudhran min sundusin wa-istabraqin muttaki-iina fiihaa 'alal araa-iki ni'mats-tsawaabu wahasunat murtafaqan
032
"Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur, dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma, dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang." – (QS.18:32)
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لأحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا
Waadhrib lahum matsalaa rajulaini ja'alnaa ahadihimaa jannataini min a'naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja'alnaa bainahumaa zar'an
033
"Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu'," – (QS.18:33)
كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلالَهُمَا نَهَرًا
Kiltaal jannataini aatat ukulahaa walam tazhlim minhu syai-an wafajjarnaa khilaalahumaa naharan
034
"dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang Mukmin), ketika ia bercakap-cakap dengan dia: 'Hartaku lebih banyak daripada hartamu, dan pengikut-pengikutku lebih kuat'." – (QS.18:34)
وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالا وَأَعَزُّ نَفَرًا
Wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maaalan wa-a'azzu nafaran
035
"Dan dia memasuki kebunnya, sedang ia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: 'Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya," – (QS.18:35)
وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا
Wadakhala jannatahu wahuwa zhaalimun linafsihi qaala maa azhunnu an tabiida hadzihi abadan
036
"dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Rabb-ku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada kebun-kebun itu'." – (QS.18:36)
وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا
Wamaa azhunnussaa'ata qaa-imatan wala-in rudidtu ila rabbii ajidanna khairan minhaa munqalaban
037
"Kawannya (yang Mukmin) berkata kepadanya, ketika dia sedang bercakap-cakap dengannya: 'Apakah kamu kafir kepada (Rabb) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?." – (QS.18:37)
قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلا
Qaala lahu shaahibuhu wahuwa yuhaawiruhu akafarta biil-ladzii khalaqaka min turaabin tsumma min nuthfatin tsumma sau-waaka rajulaa
038
"Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Rabb-ku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-ku'." – (QS.18:38)
لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا
Lakinnaa huwallahu rabbii walaa usyriku birabbii ahadan
039
"Dan mengapa kamu tidak mengucapkan, tatkala kamu memasuki kebunmu: 'Maasyaa Allah, laa quwwata illaa billah', (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu, dalam hal harta dan keturunan," – (QS.18:39)
وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا
Walaulaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-allahu laa quu-wata ilaa billahi in tarani anaa aqalla minka maaalan wawaladan
040
"maka mudah-mudahan Rabb-ku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik daripada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu, hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin," – (QS.18:40)
فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا
Fa'asa rabbii an yu'tiyani khairan min jannatika wayursila 'alaihaa husbaanan minassamaa-i fatushbiha sha'iidan zalaqan
041
"atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi'." – (QS.18:41)
أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا
Au yushbiha maa'uhaa ghauran falan tastathii'a lahu thalaban
042
"Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal), terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya, dan dia berkata: 'Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-ku'." – (QS.18:42)
وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا
Wa-uhiitha bitsamarihi fa-ashbaha yuqallibu kaffaihi 'ala maa anfaqa fiihaa wahiya khaawiyatun 'ala 'uruusyihaa wayaquulu yaa laitanii lam usyrik birabbii ahadan
043
"Dan tidak ada bagi dia, segolonganpun yang menolongnya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela diri-nya." – (QS.18:43)
وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا
Walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duunillahi wamaa kaana muntashiran
044
"Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan." – (QS.18:44)
هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا
Hunaalikal walaayatu lillahil haqqi huwa khairun tsawaaban wakhairun 'uqban
045
"Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian (daun) tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang di terbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." – (QS.18:45)
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا
Waadhrib lahum matsalal hayaatiddunyaa kamaa-in anzalnaahu minassamaa-i faakhtalatha bihi nabaatul ardhi fa-ashbaha hasyiiman tadzruuhurriyaahu wakaanallahu 'ala kulli syai-in muqtadiran
046
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal, lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu, serta lebih baik untuk menjadi harapan (untuk masuk surga)." – (QS.18:46)
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا
Al-maalu wal banuuna ziinatul hayaatiddunyaa wal baaqiyaatush-shaalihaatu khairun 'inda rabbika tsawaaban wakhairun amalaa
047
"Dan (ingatlah) akan hari (kiamat, yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung, dan kamu akan melihat bumi itu datar, dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka." – (QS.18:47)
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الأرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Wayauma nusai-yirul jibaala wataral ardha baarizatan wahasyarnaahum falam nughaadir minhum ahadan
048
"Dan mereka akan dibawa ke hadapan Rabb-mu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan, bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu, waktu (memenuhi) perjanjian (waktu kematian)." – (QS.18:48)
وَعُرِضُوا عَلَى رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا
Wa'uridhuu 'ala rabbika shaffan laqad ji-atumuunaa kamaa khalaqnaakum au-wala marratin bal za'amtum allan naj'ala lakum mau'idan
049
"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah, ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabb-mu tidak menganiaya seorang juapun'." – (QS.18:49)
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
Wawudhi'al kitaabu fataral mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi wayaquuluuna yaa wailatanaa maali hadzaal kitaabi laa yughaadiru shaghiiratan walaa kabiiratan ilaa ahshaahaa wawajaduu maa 'amiluu haadhiran walaa yazhlimu rabbuka ahadan
050
"Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam', maka sujudlah mereka, kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu. Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim." – (QS.18:50)
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا
Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikatiisjuduu li-aadama fasajaduu ilaa ibliisa kaana minal jinni fafasaqa 'an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurrii-yatahu auliyaa-a min duunii wahum lakum 'aduu-wun bi-asa li-zhzhaalimiina badalaa
051
"Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya), untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong (dalam penciptaan langit dan bumi)." – (QS.18:51)
مَا أَشْهَدْتُهُمْ خَلْقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَلا خَلْقَ أَنْفُسِهِمْ وَمَا كُنْتُ مُتَّخِذَ الْمُضِلِّينَ عَضُدًا
Maa asyhadtuhum khalqas-samaawaati wal ardhi walaa khalqa anfusihim wamaa kuntu muttakhidzal mudhilliina 'adhudan
052
"Dan (ingatlah) akan hari (kiamat, yang ketika itu) Dia berfirman: 'Panggilah olehmu sekalian sekutu-sekutu-Ku yang kamu katakan itu'. Mereka lalu memanggilnya, tetapi sekutu-sekutu itu tidak membalas seruan mereka, dan Kami hadirkan untuk mereka tempat kebinasaan (neraka)." – (QS.18:52)
وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ مَوْبِقًا
Wayauma yaquulu naaduu syurakaa-iyal-ladziina za'amtum fada'auhum falam yastajiibuu lahum waja'alnaa bainahum maubiqan
053
"Dan (pada hari kiamat itu,) orang-orang berdosa melihat mereka (tempat-tempat di neraka), maka mereka menyakini, bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya, dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari-nya." – (QS.18:53)
وَرَأَى الْمُجْرِمُونَ النَّارَ فَظَنُّوا أَنَّهُمْ مُوَاقِعُوهَا وَلَمْ يَجِدُوا عَنْهَا مَصْرِفًا
Waraal mujrimuunannaara fazhannuu annahum muwaaqi'uuhaa walam yajiduu 'anhaa mashrifan
054
"Dan sesungguhnya, Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Qur'an ini, bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah." – (QS.18:54)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الإنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا
Walaqad sharrafnaa fii hadzaal quraani li-nnaasi min kulli matsalin wakaana-insaanu aktsara syai-in jadalaa
055
"Dan tidak ada sesuatupun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Rabb-nya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu, atau datangnya azab atas mereka dengan nyata." – (QS.18:55)
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الأوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلا
Wamaa mana'annaasa an yu'minuu idz jaa-ahumul huda wayastaghfiruu rabbahum ilaa an ta'tiyahum sunnatul au-waliina au ya'tiyahumul 'adzaabu qubulaa
056
"Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil, agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka, sebagai olok-olokkan." – (QS.18:56)
وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا
Wamaa nursilul mursaliina ilaa mubasy-syiriina wamundziriina wayujaadilul-ladziina kafaruu bil baathili liyudhidhuu bihil haqqa wa-attakhadzuu aayaatii wamaa undziruu huzuwan
057
"Dan siapakah yang lebih zalim, daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Rabb-nya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang dikerjakan oleh kedua tangannya. Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahami (kebenaran)nya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya." – (QS.18:57)
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا
Waman azhlamu mimman dzukkira biaayaati rabbihi fa-a'radha 'anhaa wanasiya maa qaddamat yadaahu innaa ja'alnaa 'ala quluubihim akinnatan an yafqahuuhu wafii aadzaanihim waqran wa-in tad'uhum ilal huda falan yahtaduu idzan abadan
058
"Dan Rabb-mulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka, karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegarkan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab), yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari-nya." – (QS.18:58)
وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا
Warabbukal ghafuuru dzuurrahmati lau yu'aakhidzuhum bimaa kasabuu la'ajjala lahumul 'adzaaba bal lahum mau'idun lan yajiduu min duunihi mau-ilaa
059
"Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan, ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka." – (QS.18:59)
وَتِلْكَ الْقُرَى أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَوْعِدًا
Watilkal qura ahlaknaahum lammaa zhalamuu waja'alnaa limahlikihim mau'idan
060
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada (muridnya): 'Aku tidak akan berhenti (berjalan), sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun." – (QS.18:60)
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِفَتَاهُ لا أَبْرَحُ حَتَّى أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا
Wa-idz qaala muusa lifataahu laa abrahu hatta ablugha majma'al bahraini au amdhiya huquban
061
"Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu." – (QS.18:61)
فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ سَرَبًا
Falammaa balaghaa majma'a bainihimaa nasiyaa huutahumaa fa-attakhadza sabiilahu fiil bahri saraban
062
"Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: 'Bawalah ke mari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih, karena perjalanan kita ini'." – (QS.18:62)
فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَذَا نَصَبًا
Falammaa jaawazaa qaala lifataahu aatinaa ghadaa-anaa laqad laqiinaa min safarinaa hadzaa nashaban
063
"Muridnya menjawab: 'Tahukah kamu, tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu, dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya, kecuali syaitan, dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali'." – (QS.18:63)
قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا
Qaala ara-aita idz awainaa ilash-shakhrati fa-innii nasiitul huuta wamaa ansaaniihu ilaasy-syaithaanu an adzkurahu wa-attakhadza sabiilahu fiil bahri 'ajaban
064
"Musa berkata: 'Itulah (tempat) yang kita cari'. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula." – (QS.18:64)
قَالَ ذَلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ فَارْتَدَّا عَلَى آثَارِهِمَا قَصَصًا
Qaala dzalika maa kunnaa nabghi faartaddaa 'ala aatsaarihimaa qashashan
065
"Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba (Khidhr), di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." – (QS.18:65)
فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
Fawajadaa 'abdan min 'ibaadinaa aatainaahu rahmatan min 'indinaa wa'allamnaahu min ladunnaa 'ilman
066
"Musa berkata kepada Khidhr: 'Bolehkah aku mengikutimu, supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar, di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu'." – (QS.18:66)
قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
Qaala lahu muusa hal attabi'uka 'ala an tu'allimani mimmaa 'ullimta rusydan
067
"Dia menjawab: 'Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku." – (QS.18:67)
قَالَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
Qaala innaka lan tastathii'a ma'iya shabran
068
"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu'." – (QS.18:68)
وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلَى مَا لَمْ تُحِطْ بِهِ خُبْرًا
Wakaifa tashbiru 'ala maa lam tuhith bihi khubran
069
"Musa berkata: 'Insya Allah kamu akan mendapatkanku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun'." – (QS.18:69)
قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا
Qaala satajidunii in syaa-allahu shaabiran walaa a'shii laka amran
070
"Dia berkata: 'Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu'." – (QS.18:70)
قَالَ فَإِنِ اتَّبَعْتَنِي فَلا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا
Qaala fa-iniittaba'tanii falaa tasalnii 'an syai-in hatta uhditsa laka minhu dzikran
071
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu, lalu Khidhr melubanginya. Musa berkata: 'Mengapa kamu melubangi perahu itu, yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya. Sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan yang besar'." – (QS.18:71)
فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا قَالَ أَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا إِمْرًا
Faanthalaqaa hatta idzaa rakibaa fiissafiinati kharaqahaa qaala akharaqtahaa litughriqa ahlahaa laqad ji-ata syai-an imran
072
"Dia (Khidhr) berkata: 'Bukankah aku telah berkata: Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku'." – (QS.18:72)
قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
Qaala alam aqul innaka lan tastathii'a ma'iya shabran
073
"Musa berkata: 'Janganlah kamu menghukum aku, karena kelupaanku, dan janganlah kamu membebani aku, dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku'." – (QS.18:73)
قَالَ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا
Qaala laa tu'aakhidznii bimaa nasiitu walaa turhiqnii min amrii 'usran
074
"Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: 'Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain. Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar'." – (QS.18:74)
فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا لَقِيَا غُلامًا فَقَتَلَهُ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ لَقَدْ جِئْتَ شَيْئًا نُكْرًا
Faanthalaqaa hatta idzaa laqiyaa ghulaaman faqatalahu qaala aqatalta nafsan zakii-yatan bighairi nafsin laqad ji-ata syai-an nukran
075
"Khidhr berkata: 'Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku'." – (QS.18:75)
قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكَ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا
Qaala alam aqul laka innaka lan tastathii'a ma'iya shabran
076
"Musa berkata: 'Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu, sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku'." – (QS.18:76)
قَالَ إِنْ سَأَلْتُكَ عَنْ شَيْءٍ بَعْدَهَا فَلا تُصَاحِبْنِي قَدْ بَلَغْتَ مِنْ لَدُنِّي عُذْرًا
Qaala in saaltuka 'an syai-in ba'dahaa falaa tushaahibnii qad balaghta min ladunnii 'udzran
077
"Maka keduanya berjalan, hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu, (suatu) dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: 'Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu'." – (QS.18:77)
فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ لَوْ شِئْتَ لاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا
Faanthalaqaa hatta idzaa atayaa ahla qaryatin astath'amaa ahlahaa fa-abau an yudhai-yifuuhumaa fawajadaa fiihaa jidaaran yuriidu an yanqadh-dha fa-aqaamahu qaala lau syi-ata la-attakhadzta 'alaihi ajran
078
"Khidhr berkata: 'Inilah (saat) perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu, tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya." – (QS.18:78)
قَالَ هَذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا
Qaala hadzaa firaaqu bainii wabainika saunabbi-uka bita'wiili maa lam tastathi' 'alaihi shabran
079
"Adapun bahtera itu kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera." – (QS.18:79)
أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
Ammaassafiinatu fakaanat limasaakiina ya'maluuna fiil bahri fa-aradtu an a'iibahaa wakaana waraa-ahum malikun ya'khudzu kulla safiinatin ghashban
080
"Dan adapun anak itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang Mukmin, dan kami kuatir, bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran." – (QS.18:80)
وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا
Wa-ammaal ghulaamu fakaana abawaahu mu'minaini fakhasyiinaa an yurhiqahumaa thughyaanan wakufran
081
"Dan kami menghendaki, supaya Rabb-mereka mengganti bagi mereka, dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anak itu, dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya)." – (QS.18:81)
فَأَرَدْنَا أَنْ يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا
Fa-aradnaa an yubdilahumaa rabbuhumaa khairan minhu zakaatan wa-aqraba ruhman
082
"Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shaleh, maka Rabb-mu menghendaki, agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya, dan mengeluarkan simpanan itu, sebagai rahmat dari Rabb-mu; dan bukanlah aku melakukannya itu, menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan(ku), yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya'." – (QS.18:82)
وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَلَيْهِ صَبْرًا
Wa-ammaal jidaaru fakaana lighulaamaini yatiimaini fiil madiinati wakaana tahtahu kanzun lahumaa wakaana abuuhumaa shaalihan fa-araada rabbuka an yablughaa asyuddahumaa wayastakhrijaa kanzahumaa rahmatan min rabbika wamaa fa'altuhu 'an amrii dzalika ta'wiilu maa lam tasthi' 'alaihi shabran
083
"Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: 'Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya'." – (QS.18:83)
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ ذِي الْقَرْنَيْنِ قُلْ سَأَتْلُو عَلَيْكُمْ مِنْهُ ذِكْرًا
Wayasaluunaka 'an dziil qarnaini qul saatluu 'alaikum minhu dzikran
084
"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu," – (QS.18:84)
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الأرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا
Innaa makkannaa lahu fiil ardhi waaatainaahu min kulli syai-in sababan
085
"maka diapun menempuh suatu jalan." – (QS.18:85)
فَأَتْبَعَ سَبَبًا
Fa-atba'a sababan
086
"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: 'Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka'." – (QS.18:86)
حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا
Hatta idzaa balagha maghribasy-syamsi wajadahaa taghrubu fii 'ainin hami-atin wawajada 'indahaa qauman qulnaa yaa dzaal qarnaini immaa an tu'adz-dziba wa-immaa an tattakhidza fiihim husnan
087
"Berkata Dzulqarnain: 'Adapun orang yang (berbuat) aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabb-nya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya." – (QS.18:87)
قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَى رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
Qaala ammaa man zhalama fasaufa nu'adz-dzibuhu tsumma yuraddu ila rabbihi fayu'adz-dzibuhu 'adzaaban nukran
088
"Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan Kami titahkan kepadanya, (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami'." – (QS.18:88)
وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَى وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا
Wa-ammaa man aamana wa'amila shaalihan falahu jazaa-al husna wasanaquulu lahu min amrinaa yusran
089
"Kemudian dia menempuh jalan (yang lain)." – (QS.18:89)
ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا
Tsumma atba'a sababan
090
"Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur), dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat, yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu," – (QS.18:90)
حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا
Hatta idzaa balagha mathli'asy-syamsi wajadahaa tathlu'u 'ala qaumin lam naj'al lahum min duunihaa sitran
091
"demikianlah. Dan sesungguhnya, ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya." – (QS.18:91)
كَذَلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا
Kadzalika waqad ahathnaa bimaa ladaihi khubran
092
"Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi)." – (QS.18:92)
ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَبًا
Tsumma atba'a sababan
093
"Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu, suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan (berbahasa asing)." – (QS.18:93)
حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْمًا لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلا
Hatta idzaa balagha bainassaddaini wajada min duunihimaa qauman laa yakaaduuna yafqahuuna qaulaa
094
"Mereka berkata: 'Hai Dzulqarnain, sesungguhnya (kaum) Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka'." – (QS.18:94)
قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الأرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا
Qaaluuu yaa dzaal qarnaini inna ya'juuja wama'juuja mufsiduuna fiil ardhi fahal naj'alu laka kharjan 'ala an taj'ala bainanaa wabainahum saddan
095
"Dzulqarnain berkata: 'Apa yang telah dikuasakan oleh Rabb-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka," – (QS.18:95)
قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا
Qaala maa makkannii fiihi rabbii khairun fa-a'iinuunii biquu-watin aj'al bainakum wabainahum radman
096
"berilah aku potongan-potongan besi'. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: 'Tiuplah (api itu)'. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: 'Berilah aku tembaga (yang mendidih), agar ku tuangkan ke atas besi panas itu'." – (QS.18:96)
آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا
Aatuunii zubaral hadiidi hatta idzaa saawa bainash-shadafaini qaalaanfukhuu hatta idzaa ja'alahu naaran qaala aatuunii ufrigh 'alaihi qithran
097
"Maka mereka tidak bisa mendakinya, dan mereka tidak bisa (pula) melubangi-nya." – (QS.18:97)
فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا
Famaaasthaa'uu an yazhharuuhu wamaaastathaa'uu lahu naqban
098
"Dzulqarnain berkata: 'Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabb-ku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku (akan hari kiamat). Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabb-ku itu adalah benar'." – (QS.18:98)
قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا
Qaala hadzaa rahmatun min rabbii fa-idzaa jaa-a wa'du rabbii ja'alahu dakkaa-a wakaana wa'du rabbii haqqan
099
"Kami biarkan mereka di hari (kiamat) itu bercampur aduk, antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya." – (QS.18:99)
وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا
Wataraknaa ba'dhahum yauma-idzin yamuuju fii ba'dhin wanufikha fiish-shuuri fajama'naahum jam'an
100
"dan Kami tampakkan (neraka) Jahanam pada hari itu kepada orang-orang kafir, dengan jelas." – (QS.18:100)
وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِلْكَافِرِينَ عَرْضًا
Wa'aradhnaa jahannama yauma-idzil(n)-lilkaafiriina 'ardhan
101
"Yaitu orang-orang yang mata (hati)nya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar (menerima kebenaran-Nya)." – (QS.18:101)
الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَنْ ذِكْرِي وَكَانُوا لا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا
Al-ladziina kaanat a'yunuhum fii ghithaa-in 'an dzikrii wakaanuu laa yastathii'uuna sam'an
102
"Maka apakah orang-orang kafir menyangka, bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaku (makhluk) menjadi penolong selain Aku?. Sesungguhnya Kami akan menyediakan neraka jahanam (sebagai) tempat tinggal orang-orang kafir." – (QS.18:102)
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلا
Afahasibal-ladziina kafaruu an yattakhidzuu 'ibaadii min duunii auliyaa-a innaa a'tadnaa jahannama lilkaafiriina nuzulaa
103
"Katakanlah: 'Apakah akan Kami beritahukan kepadamu, tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?'." – (QS.18:103)
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا
Qul hal nunabbi-ukum bil akhsariina a'maaalan
104
"Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka, bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya." – (QS.18:104)
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
Al-ladziina dhalla sa'yuhum fiil hayaatiddunyaa wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun'an
105
"Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb-mereka, dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka (ter)hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat." – (QS.18:105)
أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
Uula-ikal-ladziina kafaruu biaayaati rabbihim waliqaa-ihi fahabithat a'maaluhum falaa nuqiimu lahum yaumal qiyaamati waznan
106
"Demikian balasan (untuk) mereka itu (adalah) neraka jahanam, disebabkan kekafiran mereka, dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok." – (QS.18:106)
ذَلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا
Dzalika jazaa'uhum jahannamu bimaa kafaruu wa-attakhadzuu aayaatii warusulii huzuwan
107
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal(nya)." – (QS.18:107)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلا
Innal-ladziina aamanuu wa'amiluush-shaalihaati kaanat lahum jannaatul firdausi nuzulaa
108
"Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari-nya." – (QS.18:108)
خَالِدِينَ فِيهَا لا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلا
Khaalidiina fiihaa laa yabghuuna 'anhaa hiwalaa
109
"Katakanlah: 'Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, sungguh habislah lautan itu, sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabb-ku, meskipun Kami datangkan tambahan (tinta) sebanyak itu (pula)." – (QS.18:109)
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
Qul lau kaanal bahru midaadan likalimaati rabbii lanafidal bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii walau ji-anaa bimitslihi madadan
110
"Katakanlah: 'Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Ilah kamu (Muhammad) itu adalah Ilah Yang Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh, dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Rabb-nya'." – (QS.18:110)
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
Qul innamaa anaa basyarun mitslukum yuuha ilai-ya annamaa ilahukum ilahun waahidun faman kaana yarjuu liqaa-a rabbihi falya'mal 'amalaa shaalihan walaa yusyrik bi'ibaadati rabbihi ahadan

18- Surat Al-Kahf (Abdul Baset) سورة الكهف

#MAKKAH - Salat Alfajr - Imam Abdullah Aljuhani

Amazing Tilawat E Qura'an By Qari Karamat Ali Naeemi Markazi Mehfil Naat...

kita sering sholat dalam menangis karna sedih dengan ayat yg dibacakan imam,apa membatalkan sholat :

إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا (107) وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا (108) وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا (109)
Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.” Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 107-109)

Dalil-dalil di atas menunjukkan secara implisit bahwa orang yang menangis dalam shalat karena takut pada Allah, tidak membatalkan shalat. Juga telah ada bukti secara eksplisit bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu menangis dalam shalatnya.
Lantas menangis seperti apa yang dibolehkan dan tidak dibolehkan?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Menangis ketika membaa Al-Qur’an, saat sujud, begitu pula saat berdo’a adalah sifat orang-orang shalih. Bahkan orang seperti itu layak dipuji.” (Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibnu ‘Utsaimin, 13: 238)
Adapun jika menangis karena urusan duniawi dan tidak bisa dicegah, shalatnya tidaklah batal. Adapun jika mampu untuk dicegah dan menangisnya dengan suara, maka shalatnya batal menurut para imam dari empat madzhab. Namun Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam hal ini menyatakan batal dengan syarat jika muncul dua huruf. (Lihat Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 8: 170)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Menangis dalam shalat jika karena takut pada Allah dan mengingat perkara akhirat, begitu pula karena merenung ayat yang dibaca seperti saat melewati ayat-ayat yang menyebutkan janji dan ancaman, maka tidak membatalkan shalat. Adapun jika menangis tersebut karena musibah yang menimpa atau semacamnya, maka membatalkan shalat. Bisa membatalkan karena menangis tersebut berkaitan dengan perkara di luar shalat. Karenanya memikirkan perkara-perkara di luar shalat atau perkara lain mesti dihilangkan agar tidak membatalkan shalat. Intinya, memikiran berbagai macam hal yang tidak terkait dengan shalat berakibat kekurangan saja di dalam shalatnya.” (Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb, 9: 141)

Selasa, 03 Januari 2017

dalang kudeta,Petinggi Militer Turki ditangkap

epekan lalu, mereka adalah para petinggi militer yang dianggap sebagai putra terbaik dari institusi paling dihormati di Turki.

Namun, kini para perwira tinggi itu menjadi pesakitan karena dianggap terlibat dalam kudeta militer yang gagal. Mereka dituding sebagai pengkhianat, dipertontonkan kepada media dan dipermalukan.

Sejauh ini, 125 jenderal sudah ditangkap dan 109 di antaranya telah ditetapkan menjadi tersangka serta ditahan.

Meski ratusan petinggi militer sudah ditangkap, sejauh ini Pemerintah Turki belum mengetahui siapa pemimpin lapangan kudeta tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Turki berulang kali menuding Fethullah Gulen, ulama yang kini bermukim di AS sebagai dalang kudeta.

"Kami belum mengetahuinya (pemimpin kudeta). Sejauh ini belum jelas," kata Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus dalam jumpa pers pekan ini.

"Terlalu banyak nama dalam dokumen kami, terlalu banyak nama perwira menengah dan tinggi," tambah Kurtulmus.

Inilah beberapa nama para perwira yang diduga terlibat kudeta:

Jenderal Akin Ozturk

Ozturk (64) menjabat panglima AU pada 2013-2015 setelah menjalani karier yang cemerlang.

Dia kemungkinan adalah tokoh paling ternama yang ditahan terkait kudeta ini. Media pemerintah sudah memublikasikan fotonya dua kali.

Di foto pertama, ia terlihat dengan wajah kuyu dan perban di telinganya, sementara di foto kedua lebih kuyu lagi dengan mata menghitam.

Media pro-pemerintah menyebut Ozturk sebagai otak kudeta. Namun, Ozturk membantah menjadi otak atau bagian dari kudeta.

"Siapa yang merencanakan dan mengendalikan kudeta, saya tidak tahu. Saya tidak terlibat dalam kudeta ini. Banyak saksinya," kata Ozturk kepada penyidik.

Dia malah mengatakan, kudeta ini adalah hasil kerja misi asing yang ingin melihat Turki terpecah belah.
Letkol Levent Turkkan

Letkol Turkkan adalah ajudan Panglima AB Turki Jenderal Hulusi Akar dan kerap difoto berada di samping sang jenderal.

Akar sempat ditahan beberapa jam oleh para pelaku kudeta dan didaulat sebagai pahlawan oleh pemerintah.

Kantor berita Anadolu memublikasikan pernyataan Turkkan yang mengaku dia adalah anggota gerakan pimpinan Fethulah Gulen.

Dia juga mengaku memasang penyadap di kantor pendahulu Akar, Jenderal Necdet Ozel.

"Saya menaruh alat perekam di kantornya pada pagi hari dan mengambilnya pada malam hari," ujar Ozel.

Ali Yazici, ajudan Presiden Erdogan

Yazici telah menjadi ajudan Erdogan sejak 2015. Selain itu, dia juga menjadi penasihat militer dan kerap terlihat bersama Erdogan dalam berbagai kegiatan resmi.

Dalam pengakuannya kepada penyidik, dia memang mengambil keputusan yang salah untuk terlibat dalam kudeta.

Namun, Yazici membantah dia adalah anggota gerakan Fethullah Gulen dan tak memiliki hubungan dengan ulama tersebut.

"Bagi saya, Fethullah Gulen adalah pemimpin organisasi teroris," kata Yazici.

Jenderal Mehmet Disli

Jenderal Disli diduga mengendalikan operasi untuk menangkap Jenderal Hulusi Akar dalam kudeta tersebut.

Ironisnya, dia adalah saudara laki-laki dari Saban Disli, Wakil Sekjen Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa.

Saban Disli berusaha menjaga jarak dengan saudaranya itu pasca-kudeta, dan menegaskan agar dia setia kepada Presiden Erdogan.

"Kami berada di bawah komando bendera bulan sabit dan pemimpin kami adalah Recep Tayyip Erdogan. Seorang saudara berpangkat jenderal dengan nama Disli tak akan mengubah hal itu," ujar Saban lewat Twitter.

Mehmet Disli dalam pemeriksaan membantah terlibat kudeta dan menjalin hubungan dengan Fethullah Gulen.

"Saya adalah korban. Saya diancam akan dibunuh dan ditahan," ujar Disli dalam pemeriksaan.

Kudeta Militer di Turki Bukan yang Pertama

Militer Turki dilaporkan melakukan kudeta terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Juru bicara kelompok itu menyatakan, mereka telah benar-benar mengambil alih pemerintahan untuk mengembalikan tatanan konstitusional, hak asasi manusia dan kebebasan, aturan hukum, serta keamanan yang rusak selama ini.

Kepada CNN Turki, Sabtu, 16 Juli 2016, dia menambahkan, Erdogan menyatakan kudeta dilakukan oleh sekelompok kecil militer dan "Kami akan mengatasi ini."

Dalam sejarah Turki, kudeta oleh militer bukan yang pertama. Namun, jika benar merupakan kudeta, maka upaya ini adalah yang kedua sepanjang abad ini. Militer Turki telah kehilangan kekuatan yang signifikan di bawah Presiden Erdogan, yang selama ini dianggap sebagai penjaga demokrasi negara itu.

Upaya kudeta oleh militer terakhir terjadi tahun 2002. Saat itu, para pejabat militer ditangkap karena diduga menjadi bagian dari sebuah organisasi rahasia yang disebut Ergenekon yang dituding berusaha menggulingkan Erdogan ketika ia menjadi perdana menteri pada tahun 2002.



Berikut beberapa kudeta militer yang dilakukan sebelum Erdogen memasuki panggung politik Turki:

27 Mei 1960

Kudeta ini berlangsung pada saat partai yang berkuasa melepaskan diri dari aturan ketat yang diberlakukan oleh Mustafa Kemal Atat�rk, pimpinan militer yang juga pendiri Republik Turki. Aturan ini memungkinkan praktik keagamaan termasuk pembukaan ratusan masjid dan doa dalam bahasa Arab.

Ketika tentara mengambil alih kekuasaan, pemimpin kudeta Cemal Gursel menyatakan bahwa tujuan kudeta adalah untuk membawa negara menuju demokrasi yang adil, bersih, dan solid dan tentara akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Gursel akhirnya memegang kekuasaan sebagai perdana menteri dan presiden hingga 1966.

12 Maret 1971

Ketegangan dalam sisi spektrum politik yang berbeda dan stagnasi ekonomi menyebabkan jenderal militer Memduh Tağma� memulai apa yang dikenal sebagai "kudeta oleh memorandum." Ia memberi ultimatum pada perdana menteri Suleyman Demirel yang menuntut formasi dalam konteks prinsip-prinsip demokrasi serta pemerintahan yang kuat dan kredibel. Memorandum itu menyebabkan pengunduran diri Demirel. Militer tidak langsung merebut kekuasaan tapi mengawasi pemerintah transisi yang berlangsung sampai tahun 1973.

12 September 1980

Situasi sosial dan politik di Turkyang belum sepenuhnya stabil sejak 1973 membuat militer sekali lagi campur tangan. Menjelang akhir tahun 1979, beberapa perwira Turki berpangkat tinggi memutuskan untuk memulai kudeta, yang semula dijadwalkan pada bulan Maret tahun berikutnya, tetapi baru dilakukan beberapa bulan kemudian. Pada tanggal 12 September, sebuah kudeta dinyatakan di televisi nasional, bersama-sama dengan pengumuman bahwa darurat militer diberlakukan. Saat itu, konstitusi dicabut dan diganti dengan yang baru yang dimasukkan dalam referendum pada tahun 1982 dan disetujui oleh 92 persen dari pemilih. Kenan Evren, salah satu jenderal yang memimpin kudeta, berkuasa sebagai presiden selama tujuh tahun berikutnya.

27 Februari 1997

Militer mengambil alih negara lagi dengan apa yang terkenal sebagai "kudeta postmodern," selama pemerintahan presiden Suleyman Demirel yang sebelumnya telah digulingkan sebagai perdana menteri oleh kudeta pada 1971. Prihatin pada pemerintahannya yang condong pada Islam membuat sekelompok jenderal yang dipimpin oleh İsmail Hakki Karadayi menyodorkan rekomendasi pada pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Necmettin Erbakan, termasuk menutup banyak sekolah agama dan melarang pemakaian jilbab di universitas-universitas. Para jenderal kemudian memaksa perdana menteri mengundurkan diri. Sebuah pemerintahan sementara dibentuk dan militer akhirnya memaksa Partai Kesejahteraan keluar dari kekuasaan pada tahun 1998.

Pada tahun yang sama, Erdogan, yang saat itu menjabat sebagai walikota Istanbul, dijatuhi hukuman penjara dan dilarang berpolitik selama lima tahun. Pemilu baru diadakan pada tahun 1999. Erdogan terpilih sebagai presiden pada tahun 2014.

Senin, 02 Januari 2017

1917 Gaza Palestina,Tentara Ottoman membela Gaza

Salah satu persoalan pokok yang membayangi sejarah Khilafah Utsmani adalah Pertempuran Gaza yang terjadi di tanah Palestina selama Perang Dunia I

Salah satu persoalan pokok yang membayangi sejarah Khilafah Utsmani “Pejuang Gaza” yang berperang di tanah Palestina selama Perang Dunia I. Dengan bantuan dan dukungan dari para wanita Palestina, para prajurit Khilafah Utsmani membela Gaza dengan penuh dedikasi dan keberanian.

Untuk menekan Inggris dan agar mampu mengendalikan Terusan Suez,Pasukan Khilafah Utsmani melancarkan “Serangan Suez” yang gagal, sehingga kemudian mereka ditarik menuju Gaza-Tellus-Saria-Sebi dan mendirikan garis pertahanan mereka di sana. Melemahnya tentara Utsmani di wilayah ini membantu mempersiapkan pasukan Inggris, Palestina dan Suriah untuk maju untuk mengahadapi mereka.
Setelah melakukan upaya bertahun-tahun, pasukan Jenderal Archibald Murry bergerak maju bersama Inggris dan ANZAC dengan mengambil keuntungan dari pemberontakan yang dilakukan oleh Sharif Hussein. Tujuan mereka adalah untuk mengambil alih Yerusalem dan Palestina dan memotong hubungan mereka ke Suriah, Irak dan Semenanjung Arab.
 Resimen Gallipoli di Gaza
Bala bantuan dari Anatolia dan Irak sedang dalam perjalanan, dan pada saat itu pasukan yang bertempur di Gallipoli dikirim ke Gaza. Dengan tambahan pada kedua belah pihak, “Pertempuran Gaza Pertama” melawan Inggris dimulai pada tanggal 26 Maret 1917 dan berlangsung selama 7 bulan 11 hari. Serangan itu dimulai secara tiba-tiba oleh infanteri hitam Inggris yang menggunakan serangan udara, armada, mobil lapis baja, pesawat dan kavaleri. Pasukan Uthmani menang dalam serangan ini karena bayonet mereka.
Kedatangan pasukan pertama dari Gallipoli membantu kemenangan awal ini. Kehadiran mereka secara psikologis mempengaruhi pasukan Inggris. Pada saat itu, Falih Rifki Atay dalam tulisannya yang berjudul “Zetindagi” mencatat: “Inggris kelelahan dan selama serangan, dengan menyerang pasukan Gaza dua kali. Mereka menyerang dan menghancurkan kota itu dan meluncurkan tembakan meriam beberapa kali. Setelah kehancuran Gaza, pasukan luar biasa yang menyelematkannya dikenang dengan nama terbaik dalam sejarah “.
Resimen khusus ini menyelamatkan Gaza dari pasukan yang setidaknya empat hingga lima kali lipat lebih berpengalaman dari mereka. Setelah dihujani tembakan meriam yang membuat siapapun menjadi gila selama “Perang Gaza”, salah seorang teman saya bertanya kepada seorang prajurit “Apakah mereka akan datang kembali, bagaimana menurutmu?” Yang kemudian dia jawab “Mereka tidak bisa datang, Mereka melihat resimen kami “.


Meskipun militer mereka kuat, Inggris yang tidak punya pilihan selain mulai menarik juga “Operasi Militer Gaza Kedua ” mereka pada tanggal 17 April. Pada saat itu perbedaan antara tentara Khilafah Utsmani dengan tentara Inggris mulai terlihat jelas. Sementara Inggris telah mampu menggali kanal-kanal melalui padang gurun untuk menyediakan air dan perbekalan minum yang mencukupi, tentara Utsmani kekurangan minum. Meskipun demikian, para prajurit Utsmani berhasil mempertahankan garda depan kota sehingga mengakibatkan banyak kergian besar bagi tentara Inggris.
Saat, menjelaskan Pertempuran Gaza, Falih Rifki Atay mengamati dan menulis dalam surat-suratnya bahwa: “Saya menerima tiga surat dari seorang teman yang ikut dalam pertempuran yang paling sulit dari Pertempuran Gaza. Dia mengatakan, “Jika saja anda tahu bagaimana nyamansaya berada di Gaza. Saya yakin bahwa pada saat perang, saya tidak punya hiburan lain selain berada di garda depan. Di garda depan Gaza, terdapat gunung-gunung kecil dan itu terlihat kecil. Di gunung kecil itu, terdapat makam Syekh Ali Mantar serta ada dua pohon yang tidak memiliki daun. Penduduk Gaza mengubur orang yang paling penting ini di tanah yang suci di makam itu. Singkatnya, wilayah pinggiran yang sempit ini disebut “Mantartepe”, dengan nama yang tidak terlupakan, “Pertempuran Gaza” tertulis di atasnya. Di antara garda depan kami dan musuh, ini merupakan titik pengamatan yang paling nyaman. Kami menggali delapan terowongan di bawah tempat pemakaman orang-orang Arab ini, dan pasukan pengamat pemberani Khilafah Utsmani akan melalui terowongan ini untuk mengatur meriam yang sedang ditembakkan.
Dalam Pertempuran Gaza Kedua, Inggris menghancurkan semuanya kecuali makam Sheikh Ali Mantar yang berada di puncak dengan tembakan berat dari udara. Dengan suara yang menakutkan, rudal-rudalmengaduk-aduk bumi sehingga berdebu di sekitarnya yang hanya beberapa meter jaraknya dari puncak bukit, sehingga terlihat seperti gunung berapi yang terbakar, yang tenggelam dalam debu, dan bersinar dengan asap hitam mengepul di mana-mana. Kami kehilangan berapa potongmakam itu, batu-batu nisan, pohon-pohon dan bebatuanyang terlempar ke arah kami serta tulang-tulangdari orang-orang yang lama tertidur di makam itu, yang terkubur selama bertahun-tahun. Puncak Mantar telah menyebabkan begitu banyak kekhawatiran sehingga setelah pasukan Inggris pergi, mereka dikhawatirkan bisa bergerak di bebatuan dan mereka menembaki puncaknya dengan lebih banyak peluru. Pasukan penjaga yang berjaga di punck Sheikh Ali Mantar yang melihat dan mengamati hal ini adalah para pahlawan yang sesungguhnya selama pertempuran Gaza.”
Mereka yang berada di depan dan penduduk khilafah Utsmani merasa sangat gembira dan senang dengan hasilnya, sementara Inggris berpikir itu hanyalah suatu kegagalan. Jendral Murray membayar kegagalan itu dengan dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Jenderal Allenby. Selama periode pemulihan, Allenby mencoba untuk mengambil kembali unsur-unsur yang hilang dalam tentara mereka sementara tentara Utsmani yang memiliki semangat tinggi secara psikologis berada dalam keadaan yang lebih baik, mulai melakukan kesalahan. Beban dari pasukan tambahan dan perselisihan diantara Panglima garis depan dan Komandan Pasukan menyebabkan mereka kekelahan sendiri.
Pengkhianatan Amir Faysal dan kekalahan Gaza
Untuk membalas dendam atas kekalahan dari dua pertempuran pertamanya dan untuk menyelamatkan garda depan Gaza, Jenderal Allenby, setelah menyelesaikan pengiriman pasokan untuk tentarannya, berinisiatif melakukan “Pertempuran Gaza Ketiga”. Pada saat itu, Emir Faysal, salah seorang anak dari Sharif Huseyin dari Mekah dengan pasukan militer yang berada di bawah kekuasaannya berkolaborasi dengan musuh dan mengkhianati tentara Utsmani. Pada tanggal 6 November 1917, pemboman berat dari laut, darat dan udara memberikan jalan bagi Inggris untuk maju ke Gaza. Merasa mendapat pengkhianatan dari persaudaraan saudara seagama, pasukan Utsmani tidak bisa lagi mempertahankan garis depan Gazze-Tellu’s-Seri’a-Biru’s-Sebi dan mengevakuasi penduduk Gaza. Hal ini memperbaiki kekalahan Inggris yang disebabkan oleh dua kekalahan sebelumnya dan memastikan keberhasilan mereka menduduki Yerusalem.
Sumber:
Ismail Hami Danişmend, İzahlı Osmanlı Tarihi Kronolojisi, c.4, Istanbul, 2011.
Falih Rifki Atay, Zeytindağı, Istanbul, 1943.

Lagu Pepaya Mangga Pisang Jambu Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu

Dodit Mulyanto, Boris Bokir & Indro Warkop Pepaya Mangga Pisang Jambu

lyrick Denda,Terlalu Sayang

Takkan ku biarkan insan lain mencuri hatimu
Terlalu indah dirimu untuk ditinggalkan
Ku merasa tenang bila kau tersenyum
Takkan kubiarkan rasa ini menghilang

reff :
          Aku cinta padamu terlalu sayang padamu
          Takkan habis semua kisah cintaku padamu
          Aku cinta padamu terlalu merindukanmu
          Kan ku abadikan cinta kita dalam mata hatimu

Ku merasa tenang bila kau tersenyum
Takkan kubiarkan rasa ini menghilang

*back to reff*

Coda :
          
Sungguh kumerasakkan cinta yang dalam          
Yang terisaratkan dari wajahmu          
Hadirkan berjuta bahagia          
Yang tercipta dari hatimu          
Karena kau satu-satunya bintang terindah untukku          
Dengarlah

Denda - Terlalu Sayang