Kamis, 10 Maret 2016
lyrick sholawat qur'aniyah
ذه القصدة صلاة الله وسلام
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰۰
صلاة الله وسلام ، علی من أوحي القرآن
Sholâtullâhi wa salâm ‘alâ man ûhiyal qur-ãn
Sholâtullâhi wa salâm ‘alâ man ûhiyal qur-ãn
وأهل بيته الکرام ، وصحبه ذوی القرآن
Wa ahli baitihil kirôm wa shohbihi dzawîl qur-ãn
Wa ahli baitihil kirôm wa shohbihi dzawîl qur-ãn
سلام الله والرضوان ، علی من عظم القرآن
Salâmullâhi warridlwân ‘alâ man ‘adhdhomal qur-ãn
Salâmullâhi warridlwân ‘alâ man ‘adhdhomal qur-ãn
بقلب خالص نوی ، محب راغب القرآن
Biqolbin khôlishin nawâ muhibbin rôghibil qur-ãn
Biqolbin khôlishin nawâ muhibbin rôghibil qur-ãn
فطوبی من تعلم ، وبعد علم القرآن
Fathûbâ man ta’allama wa ba’du ‘allamal qur-ãn
Fathûbâ man ta’allama wa ba’du ‘allamal qur-ãn
ودام عند کل حين ، مرتلا تلی القرآن
Wa dâma ‘inda kulli hîn murottilân talâl qur-ãn
Wa dâma ‘inda kulli hîn murottilân talâl qur-ãn
مجودا وخاشعا ، ومفهما معنی القرآن
Mujawwidan wa khôsyi’ân wa mufhiman ma’nâl qur-ãn
Mujawwidan wa khôsyi’ân wa mufhiman ma’nâl qur-ãn
وعاملا جميع ما حوی وما اقتضی القرآن
Wa ‘âmilan jamî’a mâ hawâ wa maqtadlôl qur-ân
Wa ‘âmilan jamî’a mâ hawâ wa maqtadlôl qur-ân
وفاز من تگلم ، مع الرحمن بالقرآن
Wa fâza man takallama ma’ar-rohmâni bil qur-ãn
Wa fâza man takallama ma’ar-rohmâni bil qur-ãn
وخاب من تجنب ، عليه لعنة القرآن
Wa khôba man tajannaba ‘alaihi la’natul qur-ãn
Wa khôba man tajannaba ‘alaihi la’natul qur-ãn
ولا قرين فی الدنيا ، ولا الأخری سوی القرآن
Wa lâ qorîna fid-dunyâ wa lâl ukhrô siwâl qur-ân
Wa lâ qorîna fid-dunyâ wa lâl ukhrô siwâl qur-ân
ولاشفيع ذا الأعلی ، لدی المولی عدالقرآن
Wa lâ syafî’a dzâl a’lâ ladâl maulâ ‘adal qur-ãn
Wa lâ syafî’a dzâl a’lâ ladâl maulâ ‘adal qur-ãn
وشافع مشفع ، ومنجی صاحب القرآن
Wa syâfi’un musyaffa’un wa munjî shôhibil qur-ân
Wa syâfi’un musyaffa’un wa munjî shôhibil qur-ân
وماخل مصدق ، علی من اعرض القرآن
Wa mâ khilla mushoddaqun ‘alâ man a’rodlol qur-ãn
Wa mâ khilla mushoddaqun ‘alâ man a’rodlol qur-ãn
عسی نجبا عسی نخبا ، شفاعة من القرآن
‘Asâ nujbâ ‘asâ nukhbâ syafâ’atin minal qur-ãn
‘Asâ nujbâ ‘asâ nukhbâ syafâ’atin minal qur-ãn
عسی نحضی عسی نحضی ، جنان منزل القرآن
‘Asâ nuhdlô ‘asâ nuhdlô jinâna munzilil qur-ãn
‘Asâ nuhdlô ‘asâ nuhdlô jinâna munzilil qur-ãn
فيا إلهنا اجعلنا من الأهال فی القرآن
Fa yâ ilâhanâ-j’alnâ minal ahâli fîl qur-ãn
Fa yâ ilâhanâ-j’alnâ minal ahâli fîl qur-ãn
وزدنا علما نافعا بما علمتنا القرآن
Wa zidnâ ‘ilmân nâfi’an bimâ ‘allamtanâl qur-ãn
Wa zidnâ ‘ilmân nâfi’an bimâ ‘allamtanâl qur-ãn
ووسع مارزقتنا ، گما قد عاهد القرآن
Wawassi’ mâ rozaqtanâ kamâ qod ‘âhadâl qur-ân
Wawassi’ mâ rozaqtanâ kamâ qod ‘âhadâl qur-ân
أمتنا فی حسن الختام مع القبول بالقرآن
Amitnâ fî husnil khitâm ma’al qobûli bil- qur-ãn
Amitnâ fî husnil khitâm ma’al qobûli bil- qur-ãn
وصل ثم سلم . وحمدا مادام القرآن
Wa sholli tsumma sallim wa hamdan mâ dâmal qur-ãn
Wa sholli tsumma sallim wa hamdan mâ dâmal qur-ãn
Bentrokan di Kamp Pengungsi Palestina di tanah syiah Libanon Tewaskan 2 Orang
Sedikitnya dua orang tewas dalam bentrokan di kamp pengungsi Palestina
di Libanon. Bentrokan terjadi antara faksi utama Palestina, Fatah dengan
militan garis keras setempat.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/8/2015), kedua kelompok terlibat baku tembak di kamp pengungsi Ain al-Hilweg di Libanon bagian selatan. Pertikaian antar faksi di wilayah itu memang seringkali berujung aksi kekerasan mematikan.
Menurut seorang sumber keamanan yang memahami situasi itu, dua korban tewas berasal dari kelompok Fatah. Dalam bentrokan ini, banyak tempat tinggal para pengungsi hancur.
Bahkan dilaporkan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan ini. Tidak disebut lebih lanjut identitas korban luka dan apakah ada warga sipil di dalamnya.
Bentrokan ini mulai pecah sejak Senin (24/5) dan berlanjut semalaman hingga Selasa (25/8) pagi waktu setempat. Penyebab bentrokan ini tidak diketahui pasti.
Kamp pengungsi Palestina di Libanon kebanyakan berada di luar yurisdiksi otoritas keamanan Libanon. Kamp pengungsi di Ain al-Hilweh merupakan kamp pengungsi Palestina yang terbesar di Libanon.
Insiden serupa pernah terjadi pada Juni lalu di kamp yang sama, ketika pertikaian antara dua individu berujung aksi baku tembak hingga menewaskan dua orang.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/8/2015), kedua kelompok terlibat baku tembak di kamp pengungsi Ain al-Hilweg di Libanon bagian selatan. Pertikaian antar faksi di wilayah itu memang seringkali berujung aksi kekerasan mematikan.
Menurut seorang sumber keamanan yang memahami situasi itu, dua korban tewas berasal dari kelompok Fatah. Dalam bentrokan ini, banyak tempat tinggal para pengungsi hancur.
Bahkan dilaporkan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan ini. Tidak disebut lebih lanjut identitas korban luka dan apakah ada warga sipil di dalamnya.
Bentrokan ini mulai pecah sejak Senin (24/5) dan berlanjut semalaman hingga Selasa (25/8) pagi waktu setempat. Penyebab bentrokan ini tidak diketahui pasti.
Kamp pengungsi Palestina di Libanon kebanyakan berada di luar yurisdiksi otoritas keamanan Libanon. Kamp pengungsi di Ain al-Hilweh merupakan kamp pengungsi Palestina yang terbesar di Libanon.
Insiden serupa pernah terjadi pada Juni lalu di kamp yang sama, ketika pertikaian antara dua individu berujung aksi baku tembak hingga menewaskan dua orang.
warga arab saudi dilarang berpergian ke tanah teroris syiah,iran lebanon
Negara-negara Teluk telah sepakat untuk menyatakan kelompok milisi
Libanon, Hizbullah sebagai organisasi teroris. Keputusan Dewan Kerjasama
Teluk (GCC) ini dikecam Hizbullah yang menyebutnya sebagai hal yang
tidak bertanggung jawab.
"Keputusan oleh Dewan Kerjasama Teluk untuk menunjuk Hizbullah sebagai organisasi teroris tersebut tidak bertanggung jawab dan merupakan permusuhan. Rezim Saudi harus menerima konsekuensi," cetus anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlalla usai pertemuan parlemen kelompok tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/3/2016).
Pada Rabu (2/3), GCC menunjuk gerakan Syiah tersebut sebagai organisasi teroris dikarenakan "aksi-aksi teroris dan hasutannya di Suriah, Yaman dan Irak".
"Ini (putusan GCC) tak akan mencegah kami untuk mengutuk kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman, pendanaan dan dukungan kerajaan (Saudi) terhadap kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah, atau kolaborasinya dengan Israel," kata Fadlallah.
Langkah ini merupakan langkah terbaru terhadap Hizbullah yang diambil negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi. Kelompok Hizbullah selama ini didukung oleh Iran, rival utama Saudi di wilayah tersebut.
Bulan lalu, pemerintah Saudi menghentikan program senilai US$ 3 miliar untuk pasokan militer ke Libanon. Penghentian ini dilakukan sebagai protes atas apa yang disebut Saudi sebagai cengkeraman Hizbullah atas Libanon. Pekan lalu, pemerintah Saudi bahkan mendesak warga negaranya yang berada di Libanon agar meninggalkan negeri itu. Warga Saudi juga diserukan untuk tidak bepergian ke Libanon.
"Keputusan oleh Dewan Kerjasama Teluk untuk menunjuk Hizbullah sebagai organisasi teroris tersebut tidak bertanggung jawab dan merupakan permusuhan. Rezim Saudi harus menerima konsekuensi," cetus anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlalla usai pertemuan parlemen kelompok tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/3/2016).
Pada Rabu (2/3), GCC menunjuk gerakan Syiah tersebut sebagai organisasi teroris dikarenakan "aksi-aksi teroris dan hasutannya di Suriah, Yaman dan Irak".
"Ini (putusan GCC) tak akan mencegah kami untuk mengutuk kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman, pendanaan dan dukungan kerajaan (Saudi) terhadap kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah, atau kolaborasinya dengan Israel," kata Fadlallah.
Langkah ini merupakan langkah terbaru terhadap Hizbullah yang diambil negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi. Kelompok Hizbullah selama ini didukung oleh Iran, rival utama Saudi di wilayah tersebut.
Bulan lalu, pemerintah Saudi menghentikan program senilai US$ 3 miliar untuk pasokan militer ke Libanon. Penghentian ini dilakukan sebagai protes atas apa yang disebut Saudi sebagai cengkeraman Hizbullah atas Libanon. Pekan lalu, pemerintah Saudi bahkan mendesak warga negaranya yang berada di Libanon agar meninggalkan negeri itu. Warga Saudi juga diserukan untuk tidak bepergian ke Libanon.
Negara-negara Teluk arab cab syiah hisbulloh lebanon teroris
Negara-negara Teluk telah sepakat untuk menyatakan kelompok milisi
Libanon, Hizbullah sebagai organisasi teroris. Keputusan Dewan Kerjasama
Teluk (GCC) ini dikecam Hizbullah yang menyebutnya sebagai hal yang
tidak bertanggung jawab.
"Keputusan oleh Dewan Kerjasama Teluk untuk menunjuk Hizbullah sebagai organisasi teroris tersebut tidak bertanggung jawab dan merupakan permusuhan. Rezim Saudi harus menerima konsekuensi," cetus anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlalla usai pertemuan parlemen kelompok tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/3/2016).
Pada Rabu (2/3), GCC menunjuk gerakan Syiah tersebut sebagai organisasi teroris dikarenakan "aksi-aksi teroris dan hasutannya di Suriah, Yaman dan Irak".
"Ini (putusan GCC) tak akan mencegah kami untuk mengutuk kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman, pendanaan dan dukungan kerajaan (Saudi) terhadap kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah, atau kolaborasinya dengan Israel," kata Fadlallah.
Langkah ini merupakan langkah terbaru terhadap Hizbullah yang diambil negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi. Kelompok Hizbullah selama ini didukung oleh Iran, rival utama Saudi di wilayah tersebut.
Bulan lalu, pemerintah Saudi menghentikan program senilai US$ 3 miliar untuk pasokan militer ke Libanon. Penghentian ini dilakukan sebagai protes atas apa yang disebut Saudi sebagai cengkeraman Hizbullah atas Libanon. Pekan lalu, pemerintah Saudi bahkan mendesak warga negaranya yang berada di Libanon agar meninggalkan negeri itu. Warga Saudi juga diserukan untuk tidak bepergian ke Libanon.
"Keputusan oleh Dewan Kerjasama Teluk untuk menunjuk Hizbullah sebagai organisasi teroris tersebut tidak bertanggung jawab dan merupakan permusuhan. Rezim Saudi harus menerima konsekuensi," cetus anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlalla usai pertemuan parlemen kelompok tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (4/3/2016).
Pada Rabu (2/3), GCC menunjuk gerakan Syiah tersebut sebagai organisasi teroris dikarenakan "aksi-aksi teroris dan hasutannya di Suriah, Yaman dan Irak".
"Ini (putusan GCC) tak akan mencegah kami untuk mengutuk kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman, pendanaan dan dukungan kerajaan (Saudi) terhadap kelompok-kelompok teroris di Irak dan Suriah, atau kolaborasinya dengan Israel," kata Fadlallah.
Langkah ini merupakan langkah terbaru terhadap Hizbullah yang diambil negara-negara Teluk, yang dipimpin oleh Arab Saudi. Kelompok Hizbullah selama ini didukung oleh Iran, rival utama Saudi di wilayah tersebut.
Bulan lalu, pemerintah Saudi menghentikan program senilai US$ 3 miliar untuk pasokan militer ke Libanon. Penghentian ini dilakukan sebagai protes atas apa yang disebut Saudi sebagai cengkeraman Hizbullah atas Libanon. Pekan lalu, pemerintah Saudi bahkan mendesak warga negaranya yang berada di Libanon agar meninggalkan negeri itu. Warga Saudi juga diserukan untuk tidak bepergian ke Libanon.
Minggu, 06 Maret 2016
Langganan:
Postingan (Atom)





l


