Senin, 27 Februari 2017

Man Shabara Zhafira

Kebanyakan mereka yang disebut sukses adalah mereka yang bermimpi tinggi. Ia memikirkan sesuatu untuk banyak orang, ia melakukan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh orang lain. Mimpi inilah yang membuat mereka bertahan, tahan uji dan tidak terlalu menggubris apa yang dipersepsikan orang lain terhadap dirinya. Dalam tahap ini, ketika sukses telah menjadi jalan yang dipilih, maka orang tersebut harus berani bermimpi besar. Dan ketika mimpi besar telah merasuk ke dalam seluruh sendi kehidupannya, maka ia harus belajar menjadi tuli dari mendengarkan komentar buruk sesamanya.
Impian memang menjadi awal dari keberhasilan. Ada begitu banyak orang besar yang melalui perjuangannya dengan sebuah impian. Impian merupakan sumber energi yang kerap menjadikan manusia berlelah-lelah demi meraih sesuatu yang diimpikan. (Hal 4)
Impian akan menjadi semakin nyata ketika ia ditulis, ditentukan waktunya, ditentukan tujuan akhirnya, serta disusun langkah-langkah kecil untuk mencapainya. Sehingga ia menjadi sangat detail, mudah dicapai dan mudah dievaluasi. Perlu juga diwaspadai adanya pencuri impian yang biasanya berasal dari dalam atau luar diri.
Mimpi juga harus besar. Karena Allah Maha Besar. Dia bisa memberikan apapun yang Dia kehendaki dan sebanding dengan upaya yang dilakukan. Ketika seseorang bermimpi besar, maka dia mempunyai kemungkinan untuk meraih mimpi tersebut ataupun mendapatkan mimpi yang lebih kecil. Sementara orang yang puas dengan mimpi kecil, maka ia hanya berpeluang mewujudkan mimpinya itu, tanpa sekalipun berpeluang mewujudkan mimpi yang lebih besar.
Mimpi hanya khayalan selama tidak berwujud aksi. Maka hal terpenting dari suksesnya seseorang –setelah bermimpi besar- adalah melaksanakan semua impian hidupnya melalui langkah-langkah terarah yang telah dipetakan.


Tidak ada komentar: