Senin, 06 April 2015
Minggu, 22 Maret 2015
diam itu emas
——————————————————–
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal pribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
———————————————————
Kadang lebih baik DIAM daripada mengatakan sesuatu yg tanpa kamu sadari membuat semua orang akhirnya tahu kebodohanmu.
———————————————————
Jika kita berbicara dan menyebabkan kerugian sebesar sebngkah emas, maka diam adalah emas. Diam yang bernilai emas adalah diam yang diletakkan pada saat yang tepat. Tetapi, jika kita seharusnya berbicara yang bernilai emas, yang mencegahterjadinya kerugian besar, maka diam adalah pengingkaran tugas, yang merugikan. Diam yang seperti itu adalah penelantaran tanggung-jawab.
(Mario Teguh)
————————————————————
Apabila bicara itu perak, diam adalah emas. – Anonim
———————————————————–
Terkadang kamu harus DIAM, menerima bahwa kamu berbuat SALAH. Bukan karena MENYERAH, tapi karena kamu DEWASA. – Anonim
———————————————————–
Terkadang kamu harus DIAM, menerima bahwa kamu berbuat SALAH. Bukan karena MENYERAH, tapi karena kamu DEWASA. – Anonim
———————————————————–
Tak perlu banyak kata utk menunjukan kau peduli, karena trkadang diam-mu adl cara trbaik u/ mnunjukan kepedulianmu. – Anonim
———————————————————–
DIAM bukan berarti LEMAH. Kadang kita tahu apa yg harus kita katakan, tapi kita tak ingin melukai persasaan seseorang.
siapa diri kita
Namun sesungguhnya bila manusia sudah mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Pencipta-Nya (Tuhan nya). Dan jika manusia sudah mengenal dirinya dan pencipta-Nya, maka hidupnya akan merasa tenang dan damai. Sangat tidak mudah untuk menemukan siapa diri kita yang sebenarnya. Kita hanya bisa mengenal secara tertulis saja, tanpa tahu yang tersirat di dalamnya.
Sebagai salah satu contoh saya jabarkan, tentunya kita tahu siapa nama kita, artinya ketika orang memanggil kita, itulah diri kita. Atau aku adalah Tegar, kamu adalah Sabar dan dia adalah Mawar. Jadi ketika orang yang memanggil kita dengan sebutan nama itulah dirinya. Mengenal dirinya hanya yang tertulis saja, tanpa mengenal yang tersirat di dalamnya. Siapa itu Tegar ? Siapa itu Sabar ? Dan siapa itu si Mawar ?
Memang pertanyaannya sedikit menggelitik, tapi ini adalah hekekat yang harus kita cari untuk mengenal diri kita yang sebenarnya. Jika hanya sebatas mengenal yang tertulis saja tanpa mau tahu hekekat yang tersirat di dalamnya, inilah yang membuat kehidupan seseorang akan merasa gelisah hidupnya dan hidup penuh dengan kepura-puraan. Serta penyakit hati dan penyakit dunia akan menguasai dirinya. Hingga hidupnya selalu merasa kekurangan, tidak bisa menerima, bersyukur dan bersabar.
Sahabatku yang di rahmati Allah, saya juga masih belajar untuk mengenal diri saya yang sebenarnya. Mereka hanya tahu saya adalah Muhammad Ikhsan Daud, tapi mereka tidak mengenal yang tersirat di dalam nama saya. Begitupun sebaliknya saya hanya tahu nama sahabat saya, tapi saya tidak tahu yang tersirat di dalam nama sahabat saya.
Memang sangat tidak mudah untuk mengenal siapa diri kita yang sebenarnya. Karena bila mau di bahas akan menjadi pembahasan yang terangkum dalam buku yang tebal dan terus bersambung pada pembahasan buku selanjutnya.
Namun di sini saya ingin mengajak kepada saudaraku yang di rahmati Allah untuk mulai belajar untuk memahami hekekat mengenal diri kita yang sesungguhnya ''siapa aku'' Karena di sinilah kunci pembuka untuk lebih mengenal pencipta (Tuhan) kita.
Buat sahabatku mwbers baik yang muslim dan non muslim dan buat semua pembaca blog ikhsaan 121, di sini sifatnya bukan mau menggurui. Karena kita semua sama-sama ciptaan Allah. Artikel ini yang berjudul '' siapakah diri kita yang sebenarnya ? '' saya buat hanya ingin mengajak agar kita bisa mengenal diri kita. Karena saya prihatin melihat kondisi jaman sekarang. Kehidupan yang makin kacau, perdebatan, huru-hara, bencana, musibah, kelaparan, kemiskinan terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Perselingkuhan, budaya yang mempertontonkan aurat, sex bebas, kejahatan sudah menyebar di mana-mana. Dan sebagainya
Bila manusia bisa mengenali dirinya sudah pasti dia akan mengenal siapa Tuhan pencipta nya. Bila manusia sudah mengenal Tuhan nya maka dia sudah menemukan Tuhan di dalam hatinya (di dalam dirinya). Dan dia bisa menguasai untuk mengendalikan hawa nafsunya. Maka hidupnya akan terasa lebih indah, tenang dan damai karena dia Sudah mengenal Tuhan di dalam dirinya. Inilah tingkat hekekat tahap kesempurnaan dalam mengenal diri kita
Demikianlah mengenai kategori perdana artikel saya '' Mengenal Hakekat '' yang saya beri judul siapa diri kita yang sebenarnya ? Yang insya'Allah akan saya sambung dalam artikel-artikel selanjutnya. Wassalamu' alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Rabu, 04 Maret 2015
I know it's kinda late But happy birthday
I know I'm in the wrong
Time flies
When you're having fun
You wake up
Another year is gone
You're twenty-one
I guess you wanna know
Why I'm on the phone
It's been a day or so
I know it's kinda late
But happy birthday
Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday
So hard
When you're far away
It's lame but I forgot the date
I won't make the same mistake
I'm so to blame
Now you know
Don't hang up the phone
I wish I was at home
I know it's way too late
But happy birthday
Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday
It's not that I don't care
You know I'll make it up to you
If I could I'd be there
Yeah yeah whoa oh
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday
Yeah yeah whoa oh
I know you hate me
Yeah yeah whoa oh
Well I miss you too
Yeah yeah I know
I know it's kinda late
But happy birthday
To you
Minggu, 01 Februari 2015
.
#TOKOSUSUMURAH
#M.POKO.MURAH
agen susu murah daerah jakarta timur walikota
pondok kopi.pembelian susu#momyPOko# bisa
di antar+hargaMurah.
#SGM 1 100GR(85.000)
#SGM 2 1000GR(80.000)
#SGM3 1000GR(75.000)
#SGM4 1000GR(70.000)
#FRISIAN FLAG JELAJAH 800GR(60.000)
#FRISIAN FLAG KARYA 800GR(60.000)
#NUTRILION 4 (70.000)KRDUS
#NUTRILION 3KALENG (175.000)
#PEDIASURE 245.00
#BEBELOVE 1 (96.000)
#BEBELOVE 2 (90.000)
#BEBELACK 3 (83.000)
#BEBELACK 4 (78.000)
#LACTAMIL COKLAT 200GR (25.000)
#LACTAMIL STRAWBERY 200GR (25.000)
#DANCOW 1+ MADU 1000GR (60.000)
#DANCOW 1+ MADU,COKLAT 400GR (25.000)
#DANCOW 3+ 1000GR (65.000)
#DANCOW INSTAN FARTIGO 1000GR (45.000)
#ANUM (96.000)
#PROMISEGOLD (157.000)
#BEBELACK KARDUS 1,2,3,4 400GR (55.000)
#LACTOGEN 1 750GR (60.000)
#LACTOGEN 1,2,3,4 (55.000)
#DANCOW NUTRIGOLD 3 700GR (55.000.
#DANCOW DATITA 1000/800GR (65.000)
#DANCOW DATITTA 500GR (25.000)
#M.POKO EXTRA DAY M (86.000)
#M.POKO EXTRA DAY S (80.000)
#M.POKO EXTRA DAY L (90.000)
#M.POKO STANDAR PANST L,M, (56.000)
#PEMPERS XL PERKAT (66.000)
#FITY XL (34.000)
#FITY L (55.000)
PULOGEBANG
+NO PANGGIL 081314434883
Selasa, 20 Januari 2015
Rabu, 01 Oktober 2014
Senin, 28 April 2014
Hasan dan husain
Satu tahun sesudah kelahiran Al-Hasan, cucu Rasulullah SAW, tanggal 3 Sya’ban tahun keempat
Rasulullah SAW menerima
gembira dengan kelahiran Al-Husain. Maka, beliau pun segera menuju rumah Sayyidina Ali dan Sayyidah Zahra, dan berkata kepada Asma binti ‘Umais, “Hai Asma, tolong bawa kemari anakku itu.”
pun lalu membawa bayi yang terbungkus kain putih itu
Rasulullah
kepada
memberikannya
Beliau begitu gembira
mendekapnya. Dibacakannya adzan di telinga kanan bayi itu, dan iqamat di telinga kirinya. Kemudian ditidurkannya
lalu
kamarnya,
di
itu
cucunya
menangis tersedu-sedu. Mendengar tangis Rasulullah SAW itu, bertanyalah Asma, “Demi ayah
ibuku, siapa yang engkau tangisi ya Rasulullah?” “Anakku ini,” jawab beliau. “Dia anak zaman,” kata Asma. “Wahai
dibunuh
akan
kelak
dia
sekelompok pembangkang sesudahku,
syafaatku tidak akan
kepada mereka,” kata Rasulullah menjelaskan. Kemudian beliau berkata
jangan
Asma,
“Wahai
sampaikan apa yang kukatakan
kepada Fatimah, dia baru
melahirkan.” Kemudian Rasulullah
bertanya kepada Ali, “Engkau beri nama siapa anakku ini?” “Saya tidak berani mendahului Anda, ya Rasulullah,” jawab Ali. Allah SWT kemudian menurunkan wahyu yang suci kepada kekasih-Nya Muhammad SAW, dengan membawa nama yang diberikan-Nya untuk anak itu. Dan ketika beliau telah menerima perintah untuk memberi nama anaknya
Ali
menatap
beliau
tersebut,
berkata, “Namai dia Husain.” Pada hari yang ketujuh, Rasulullah SAW bergegas datang ke rumah Az-Zahra,
menyembelih seekor
sebagai aqiqah untuk Husain, mencukur rambutnya, dan bersedekah
seberat timbangan rambut
cucunya
agar
menyuruh
dikhitan. Begitulah, telah dilakukan untuk Al-Husain upacara sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW untuk kakaknya Al-Hasan. Kedudukan Al-Husain Kedudukan Sayyidina
mempunyai kedudukan yang luhur yang
mungkin dicapai kecuali
ayahnya, ibunya, kakaknya serta para
yang merupakan
puteranya. Dalam kesempatan
mencoba
akan
kami
ini,
terbatas
mengemukakan hal-hal penting
memperlihatkan kedudukan
Husain dalam pandangan syariat Islam. Al-Quran Al-Karim, dokumen Ilahi yang
yang tidak mengandung kebatilan di dalamnya, mengungkapkan dalam banyak ayatnya sebagian besar
derajat luhur di sisi Allah
Al-Husain. Beberapa di
ayat-ayat tersebut adalah :
Ayat Tathhir : “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya.”(QS. Al-Ahzab :
Para penyusun kitab-kitab hadis shahih menuturkan, sebab
melatarbelakangi turunnya ayat
adalah, bahwa suatu kali Nabi
kain
diambilkan
meminta
muncullah Ali, Fatimah, Hasan
Husain. Maka Nabi SAW pun berdoa, “Allahumma, ya Allah, mereka ini adalah Ahlul Baitku, karena itu hilangkanlah
sucikanlah
dan
mereka,
dari
mereka sesuci-sucinya.” Maka turunlah
ini dalam hubungannya
peristiwa tersebut. Ayat ini merupakan kesaksian dari Allah tentang kesucian
Bait dan tingginya kedudukan mereka di sisi Allah, dan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang memiliki kepribadian paling luhur dalam Islam. . Ayat Mubahalah : “Barangsiapa yang membantahmu tentang Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu),
katakanlah kepadanya,
kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.” (QS. Ali Imran : 61). Tentang sebab turunnya ayat ini, para ahli tafsir dan orang-orang yang berilmu berpendapat, ayat ini diturunkan ketika orang-orang Nasrani Najran bersepakat dengan Nabi SAW untuk bermubahalah. Masing-masing pihak bersaksi kepada Allah agar barangsiapa yang berdusta
hendaknya
pengakuannya,
ditimpa bencana (mati). Di
mubahalah yang dijanjikan, Rasulullah SAW datang dengan membawa Ahlul Baitnya. Nabi menggendong Al-Husain dan menggandeng Al-Hasan, Fatimah berjalan di belakang beliau, kemudian
belakang
di
berjalan
menyusul
mereka. Lalu Nabi SAW berkata, “Apabila nanti aku berdoa, aminkanlah ….” Akan tetapi orang-orang Nasrani, ketika melihat wajah-wajah yang suci dan mulia yang sedang mereka hadapi
segera meminta maaf
Rasulullah SAW dan membatalkan mubahalah. Mereka lalu tunduk kepada kekuasaan Negara beliau
bisa
Disini
membayar jizyah.
bahwa ayat yang mulia ini mengakui Al-
dan Al-Husain sebagai “anak-
kami”, sedangkan diri
sendiri dan diri Ali dinyatakan sebagai
kami”, sedangkan Fatimah yang
wanita
seluruh
mewakili
mukminin yang ada saat itu dinyatakan sebagai “wanita-wanita kami” – suatu
yang secara jelas dan
mengungkapkan bahwa apa
tersebut
Bait
Ahlul
oleh
dilakukan
mempunyai kedudukan yang mulia di
Allah, yang tak mungkin
dicapai oleh orang lain. Sebab, kalau
demikian, niscaya saat
Rasulullah SAW membawa orang-orang lain selain mereka untuk bermubahalah. . Ayat Mawaddah : “Katakanlah, aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun
seruanku, kecuali kasih
terhadap keluargaku.”(QS. As-Syura
Para ahli tafsir mengatakan bahwa, ayat tersebut diturunkan mengenai
Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husain. Jabir bin Abdullah mengatakan, “Ada seorang Arab dusun datang kepada Nabi SAW
Muhammad,
“Wahai
berkata,
tuturkan kepadaku tentang Islam.” Nabi berkata, “Hendaknya engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang
Esa dan tanpa sekutu,
bahwasanya Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.” “Apakah untuk ini engkau meminta upah?” Tanya orang itu pula.
“Kecuali
Nabi,
jawab
“Tidak,”
sayang terhadap keluarga (mawaddah fi al-qurba).” “Kasih sayang terhadap keluargaku atau keluargamu?”
orang itu pula. “Keluargaku,” jawab Nabi SAW. Orang Arab itu lalu berkata, “Baik, mari sekarang aku baiat engkau, dan kepada orang yang tidak mencintaimu dan keluargamu, hendaknya laknat Allah ditimpakan kepadanya.” “Amin,”
Dari ayat-ayat tersebut diatas, tampak jelaslah kedudukan Al-Husain dan Ahlul
Rasul, serta kedudukan
yang tinggi di sisi Allah SWT. Selain itu, perlu ditambahkan di sini sebagian nash
diterima dari Rasulullah
mengenai Al-Husain yang tercermin
risalah dan umat, antara
adalah : . Dalam Shahih Al-Turmudzi diriwayatkan hadis dari Ya’la bin Murrah, katanya,
bersabda, “Husain merupakan bagian dariku, dan aku merupakan bagian darinya. Allah akan mencintai
Husain,
mencintai
yang
Husain adalah cucu di antarav segala cucu.” [Fadha’il Al-Khamsah] . Dari Salman Al-Farisi, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata, Al-Hasan dan Al-Husain adalah dua orang anakku. Barangsiapa yang mencintai
berdua berarti mencintaiku,
pasti Allah
mencintaiku,
barangsiapa
mencintainya, dan barangsiapa dicintai Allah, niscaya Dia memasukkannya ke
surga. Barangsiapa membenci mereka berdua, berarti membenciku,
barangsiapa membenciku,
Allah membencinya, dan barangsiapa dibenci Allah, niscaya
memasukkannya ke dalam
dengan mukanya terlebih dahulu.” [Al-Thibrisi, I’lam Al-Wara] . Dari Al-Barra’ bin ‘Azib, “Aku melihat Rasulullah SAW menggendong Husain
pundaknya,
atas
di
Ali
berdoa, “Ya Allah, aku sungguh mencintainya, karena itu cintailah dia.”
Al-Shabagh, Al-Fushul
Muhimmah] . Dari Abdullah bin Mas’ud, “Rasulullah SAW berkata tentang Al-Hasan dan Al-Husain, mereka berdua adalah
orang anakku. Barangsiapa mencintai mereka berdua, berarti mencintai aku,
barangsiapa membenci
berdua, berarti membenciku.” . Dari Ali ibn Al-Hasan, dari ayahnya, dari kakeknya, “Rasulullah
menggandeng tangan Al-Hasan dan Al-Husain, dan berkata, barangsiapa mencintai aku dan mencintai
anak ini dan kedua orangtua mereka,
di dalam
bersamaku
berada
niscaya
surga.” [Ibn Al-Jauzi, Tadzkirat
Khawwash] Al-Husain dan Peristiwa Karbala Ketika Sayyidina Ali ditunjuk
setelah terbunuhnya
Khalifah
sebagai
Utsman, ia berusaha untuk menegakkan kembali keadilan Islam. Ia mendapat perlawanan yang tidak terhenti dari para penguasa Bani Umayyah.
pengikutnya mengkhianatinya. Seorang
sahabatnya
dari
seorang
setia dipanggil Tuhan. Sementara itu, para tiran menggunakan kekayaan dan kekerasan untuk menguasai
banyak. Dan menjelang akhir Ramadhan 40 H, di dalam relung mihrabnya, Ali dibunuh ketika shalat subuh. Hasan bin Ali, anak lelaki pertama
menjadi
diangkat
Thalib,
Abi
bin
Khalifah. Ia melihat ketakutan
kezaliman telah menyelimuti Madinah,
Basrah dan kota-kota
muslimin
Kaum
Islam.
shaleh tidak henti-hentinya mendapat penganiayaan. Muawiyah juga
menerus memfitnah keluarga Nabi dan menyebarkan keresahan.
berunding dengan saudaranya
memutuskan
ia
Husain,
menghentikan semua derita umat
melalui perjanjian damai
Muawiyah. Segera setelah perjanjian damai
Kufah.
ke
masuk
Muawiyah
berkata: “Hai, penduduk Kufah. Adakah kamu mengira aku memerangi kalian agar shalat, zakat dan haji. Aku tahu kalian sudah melakukan shalat, zakat
haji. Kuperangi kalian
menguasai kalian. Untuk itu, aku akan
dan
darah,
tumpahkan
perjanjian yang telah aku buat akan aku letakkan di bawah injakan kakiku.” Ia melanggar perjanjian itu, Pertama, membunuh Sayyidina Hasan
racun. Hasan syahid pada 50 H. Kedua,
pembantaian
meneruskan
penganiayaan pada para pengikut Imam
Ketiga, ia dan para pejabatnya menggunakan harta umat (Baytul Mal) untuk kepentingan pribadi dan keempat, ia mengangkat anaknya Yazid sebagai
mahkota dan memerintahkan
agar
paksa
dengan
menerimanya. “Yazid manusia yang selalu berbuat dosa dan maksiat, peminum khamar, pembunuh orang yang tidak bersalah. Ia lakukan kefasikan dan kemaksiatannya secara terbuka. Orang sepertiku tidak mungkin berbaiat kepada orang seperti
Rasulullah
Cucu
Husain.
Yazid,” kata
SAW itu akhirnya memutuskan
melakukan perlawanan terhadap Yazid.
yang menghabiskan
beribadat kepada Tuhan,
siang dalam berkhidmat kepada insan,
dengan
berhadapan
sekarang
menghabiskan malam
bermaksiat kepada Yang Mahakuasa
siang untuk berkhianat
keluarga
beserta
Al-Husain
manusia.
meninggalkan Madinah
Mekkah. Begitu sampai di Mekkah, ia menerima 12000 surat dari
Mereka mengundang Imam
Kufah
ke
datang
membaiatnya sebagai Khalifah.
Husain mengirim Muslim bin Aqil untuk membuktikan keseriusan penduduk Kufah tersebut. Dari Mekkah,
meninggalkan wuquf di Arafah, Husain
sahabat-
dan
keluarga
beserta
sahabatnya berangkat menuju
Kerabatnya mendesak Al-Husain untuk membatalkan kepergiannya,
Husain berkata: “Aku berangkat bukan
berbuat
untuk
bukan
ambisi,
karena
atau untuk menimbulkan kerusakan. Aku berangkat
mendatangkan kemaslahatan
Aku
kakekku.
memerintahkan yang makruf
melarang yang mungkar.”
berangkatlah kafilah Husain, dalam terik matahari musim panas yang membakar,
menempuh perjalanan
1800 Km. Ketika kafilah Husain sampai di dekat Kufah, ia menerima berita yang sangat mengejutkan. Muslim bin Aqil dan dua orang pendukungnya di Kufah
dibunuh Ibnu Ziyad, gubernur
Husain mengumpulkan
menceritakan
dan
pengikutnya
Karena ketakutan, sebagian pengikutnya meninggalkan Husain. Al-Husain melanjutkan perjalanan sampai
berhadapan dengan
penunggang kuda yang dipimpin oleh Al-Hurr. Ia didesak ke sebuah tempat yang disebut Karbala, pada tanggal 2 Muharram, 61 H. Ibnu Ziyad mengirim pasukan tambahan di bawah pimpinan
bin Sa’ad. Pada 9 Muharram, pasukan Umar mengepung kemah-
Al-Husain. Ia meminta
untuk menangguhkan serangan sampai keesokan harinya. Bersama
pengikutnya yang setia Imam
menghabiskan malam dalam
berkata: “Musuh
menghendaki nyawaku. Dengan senang
pulang.”
untuk
kalian
izinkan
Pengikutnya berkata: “Demi Allah, tidak mungkin dan tidak pernah terjadi. Kami hidup bersama Anda atau mati bersama
Pada 10 Muharram atau Asyura, berhadapanlah 72 pecinta
dengan 5000 penyembah
keadilan
penegak
segelintir
pendukung kezaliman.
beberapa hari kelompok keluarga Rasulullah kehausan karena jalan
sungai Eufrat ditutup musuh. Beberapa saat sebelum terjadi pertempuran Al-
perbuatannya
menyesali
bergabung dengan Al-Husain. Menjelang sore hari, sudah 70 orang pengikut Husain syahid,
perjuangan yang sangat keras
tengah-tengah sengatan matahari dan kehausan. Musuh bertindak
dengan secara membuta membunuh siapa saja, termasuk
Asghar 6 bulan, yang bersimbah darah
Mereka
Al-Husain.
tangan
membakar kemah-kemah
perempuan dan anak-anak. Pembantaian keluarga Nabi ini berakhir,
ribuan tentara mengeroyok
melepaskan
Syimr
Husain.
seorang
kepala Imam Husain dan ribuan kuda mencabik-cabik dan menginjak-injak jenazahnya. Kepalanya bersama kepala-kepala para syuhada
ditancapkan di ujung tombak dan diarak sepanjang 965 Km. di samping dan di belakang mereka, perempuan-perempuan dan anak-anak
dalam belenggu. Sebuah prosesi yang
mengharukan dalam
prosesi yang
Sebuah
umat manusia.
melambangkan perlawanan tanpa henti terhadap kepongahan para tiran. Bagi
mukmin, setiap hari
ASYURA dan setiap bumi
KARBALA. (Disarikan dari berbagai sumber)
Hasan dan husain
Satu tahun sesudah kelahiran Al-Hasan, cucu Rasulullah SAW, tanggal 3 Sya’ban tahun keempat
Rasulullah SAW menerima
gembira dengan kelahiran Al-Husain. Maka, beliau pun segera menuju rumah Sayyidina Ali dan Sayyidah Zahra, dan berkata kepada Asma binti ‘Umais, “Hai Asma, tolong bawa kemari anakku itu.”
pun lalu membawa bayi yang terbungkus kain putih itu
Rasulullah
kepada
memberikannya
Beliau begitu gembira
mendekapnya. Dibacakannya adzan di telinga kanan bayi itu, dan iqamat di telinga kirinya. Kemudian ditidurkannya
lalu
kamarnya,
di
itu
cucunya
menangis tersedu-sedu. Mendengar tangis Rasulullah SAW itu, bertanyalah Asma, “Demi ayah
ibuku, siapa yang engkau tangisi ya Rasulullah?” “Anakku ini,” jawab beliau. “Dia anak zaman,” kata Asma. “Wahai
dibunuh
akan
kelak
dia
sekelompok pembangkang sesudahku,
syafaatku tidak akan
kepada mereka,” kata Rasulullah menjelaskan. Kemudian beliau berkata
jangan
Asma,
“Wahai
sampaikan apa yang kukatakan
kepada Fatimah, dia baru
melahirkan.” Kemudian Rasulullah
bertanya kepada Ali, “Engkau beri nama siapa anakku ini?” “Saya tidak berani mendahului Anda, ya Rasulullah,” jawab Ali. Allah SWT kemudian menurunkan wahyu yang suci kepada kekasih-Nya Muhammad SAW, dengan membawa nama yang diberikan-Nya untuk anak itu. Dan ketika beliau telah menerima perintah untuk memberi nama anaknya
Ali
menatap
beliau
tersebut,
berkata, “Namai dia Husain.” Pada hari yang ketujuh, Rasulullah SAW bergegas datang ke rumah Az-Zahra,
menyembelih seekor
sebagai aqiqah untuk Husain, mencukur rambutnya, dan bersedekah
seberat timbangan rambut
cucunya
agar
menyuruh
dikhitan. Begitulah, telah dilakukan untuk Al-Husain upacara sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW untuk kakaknya Al-Hasan. Kedudukan Al-Husain Kedudukan Sayyidina
mempunyai kedudukan yang luhur yang
mungkin dicapai kecuali
ayahnya, ibunya, kakaknya serta para
yang merupakan
puteranya. Dalam kesempatan
mencoba
akan
kami
ini,
terbatas
mengemukakan hal-hal penting
memperlihatkan kedudukan
Husain dalam pandangan syariat Islam. Al-Quran Al-Karim, dokumen Ilahi yang
yang tidak mengandung kebatilan di dalamnya, mengungkapkan dalam banyak ayatnya sebagian besar
derajat luhur di sisi Allah
Al-Husain. Beberapa di
ayat-ayat tersebut adalah :
Ayat Tathhir : “Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa dari kamu wahai Ahlul Bait, dan menyucikan kamu sesuci-sucinya.”(QS. Al-Ahzab :
Para penyusun kitab-kitab hadis shahih menuturkan, sebab
melatarbelakangi turunnya ayat
adalah, bahwa suatu kali Nabi
kain
diambilkan
meminta
muncullah Ali, Fatimah, Hasan
Husain. Maka Nabi SAW pun berdoa, “Allahumma, ya Allah, mereka ini adalah Ahlul Baitku, karena itu hilangkanlah
sucikanlah
dan
mereka,
dari
mereka sesuci-sucinya.” Maka turunlah
ini dalam hubungannya
peristiwa tersebut. Ayat ini merupakan kesaksian dari Allah tentang kesucian
Bait dan tingginya kedudukan mereka di sisi Allah, dan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang memiliki kepribadian paling luhur dalam Islam. . Ayat Mubahalah : “Barangsiapa yang membantahmu tentang Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu),
katakanlah kepadanya,
kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita-wanita kami dan wanita-wanita kamu, diri kami dan diri kamu, kemudian marilah kita ber-mubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.” (QS. Ali Imran : 61). Tentang sebab turunnya ayat ini, para ahli tafsir dan orang-orang yang berilmu berpendapat, ayat ini diturunkan ketika orang-orang Nasrani Najran bersepakat dengan Nabi SAW untuk bermubahalah. Masing-masing pihak bersaksi kepada Allah agar barangsiapa yang berdusta
hendaknya
pengakuannya,
ditimpa bencana (mati). Di
mubahalah yang dijanjikan, Rasulullah SAW datang dengan membawa Ahlul Baitnya. Nabi menggendong Al-Husain dan menggandeng Al-Hasan, Fatimah berjalan di belakang beliau, kemudian
belakang
di
berjalan
menyusul
mereka. Lalu Nabi SAW berkata, “Apabila nanti aku berdoa, aminkanlah ….” Akan tetapi orang-orang Nasrani, ketika melihat wajah-wajah yang suci dan mulia yang sedang mereka hadapi
segera meminta maaf
Rasulullah SAW dan membatalkan mubahalah. Mereka lalu tunduk kepada kekuasaan Negara beliau
bisa
Disini
membayar jizyah.
bahwa ayat yang mulia ini mengakui Al-
dan Al-Husain sebagai “anak-
kami”, sedangkan diri
sendiri dan diri Ali dinyatakan sebagai
kami”, sedangkan Fatimah yang
wanita
seluruh
mewakili
mukminin yang ada saat itu dinyatakan sebagai “wanita-wanita kami” – suatu
yang secara jelas dan
mengungkapkan bahwa apa
tersebut
Bait
Ahlul
oleh
dilakukan
mempunyai kedudukan yang mulia di
Allah, yang tak mungkin
dicapai oleh orang lain. Sebab, kalau
demikian, niscaya saat
Rasulullah SAW membawa orang-orang lain selain mereka untuk bermubahalah. . Ayat Mawaddah : “Katakanlah, aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun
seruanku, kecuali kasih
terhadap keluargaku.”(QS. As-Syura
Para ahli tafsir mengatakan bahwa, ayat tersebut diturunkan mengenai
Fatimah, Al-Hasan dan Al-Husain. Jabir bin Abdullah mengatakan, “Ada seorang Arab dusun datang kepada Nabi SAW
Muhammad,
“Wahai
berkata,
tuturkan kepadaku tentang Islam.” Nabi berkata, “Hendaknya engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang
Esa dan tanpa sekutu,
bahwasanya Muhammad itu hamba dan utusan-Nya.” “Apakah untuk ini engkau meminta upah?” Tanya orang itu pula.
“Kecuali
Nabi,
jawab
“Tidak,”
sayang terhadap keluarga (mawaddah fi al-qurba).” “Kasih sayang terhadap keluargaku atau keluargamu?”
orang itu pula. “Keluargaku,” jawab Nabi SAW. Orang Arab itu lalu berkata, “Baik, mari sekarang aku baiat engkau, dan kepada orang yang tidak mencintaimu dan keluargamu, hendaknya laknat Allah ditimpakan kepadanya.” “Amin,”
Dari ayat-ayat tersebut diatas, tampak jelaslah kedudukan Al-Husain dan Ahlul
Rasul, serta kedudukan
yang tinggi di sisi Allah SWT. Selain itu, perlu ditambahkan di sini sebagian nash
diterima dari Rasulullah
mengenai Al-Husain yang tercermin
risalah dan umat, antara
adalah : . Dalam Shahih Al-Turmudzi diriwayatkan hadis dari Ya’la bin Murrah, katanya,
bersabda, “Husain merupakan bagian dariku, dan aku merupakan bagian darinya. Allah akan mencintai
Husain,
mencintai
yang
Husain adalah cucu di antarav segala cucu.” [Fadha’il Al-Khamsah] . Dari Salman Al-Farisi, “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata, Al-Hasan dan Al-Husain adalah dua orang anakku. Barangsiapa yang mencintai
berdua berarti mencintaiku,
pasti Allah
mencintaiku,
barangsiapa
mencintainya, dan barangsiapa dicintai Allah, niscaya Dia memasukkannya ke
surga. Barangsiapa membenci mereka berdua, berarti membenciku,
barangsiapa membenciku,
Allah membencinya, dan barangsiapa dibenci Allah, niscaya
memasukkannya ke dalam
dengan mukanya terlebih dahulu.” [Al-Thibrisi, I’lam Al-Wara] . Dari Al-Barra’ bin ‘Azib, “Aku melihat Rasulullah SAW menggendong Husain
pundaknya,
atas
di
Ali
berdoa, “Ya Allah, aku sungguh mencintainya, karena itu cintailah dia.”
Al-Shabagh, Al-Fushul
Muhimmah] . Dari Abdullah bin Mas’ud, “Rasulullah SAW berkata tentang Al-Hasan dan Al-Husain, mereka berdua adalah
orang anakku. Barangsiapa mencintai mereka berdua, berarti mencintai aku,
barangsiapa membenci
berdua, berarti membenciku.” . Dari Ali ibn Al-Hasan, dari ayahnya, dari kakeknya, “Rasulullah
menggandeng tangan Al-Hasan dan Al-Husain, dan berkata, barangsiapa mencintai aku dan mencintai
anak ini dan kedua orangtua mereka,
di dalam
bersamaku
berada
niscaya
surga.” [Ibn Al-Jauzi, Tadzkirat
Khawwash] Al-Husain dan Peristiwa Karbala Ketika Sayyidina Ali ditunjuk
setelah terbunuhnya
Khalifah
sebagai
Utsman, ia berusaha untuk menegakkan kembali keadilan Islam. Ia mendapat perlawanan yang tidak terhenti dari para penguasa Bani Umayyah.
pengikutnya mengkhianatinya. Seorang
sahabatnya
dari
seorang
setia dipanggil Tuhan. Sementara itu, para tiran menggunakan kekayaan dan kekerasan untuk menguasai
banyak. Dan menjelang akhir Ramadhan 40 H, di dalam relung mihrabnya, Ali dibunuh ketika shalat subuh. Hasan bin Ali, anak lelaki pertama
menjadi
diangkat
Thalib,
Abi
bin
Khalifah. Ia melihat ketakutan
kezaliman telah menyelimuti Madinah,
Basrah dan kota-kota
muslimin
Kaum
Islam.
shaleh tidak henti-hentinya mendapat penganiayaan. Muawiyah juga
menerus memfitnah keluarga Nabi dan menyebarkan keresahan.
berunding dengan saudaranya
memutuskan
ia
Husain,
menghentikan semua derita umat
melalui perjanjian damai
Muawiyah. Segera setelah perjanjian damai
Kufah.
ke
masuk
Muawiyah
berkata: “Hai, penduduk Kufah. Adakah kamu mengira aku memerangi kalian agar shalat, zakat dan haji. Aku tahu kalian sudah melakukan shalat, zakat
haji. Kuperangi kalian
menguasai kalian. Untuk itu, aku akan
dan
darah,
tumpahkan
perjanjian yang telah aku buat akan aku letakkan di bawah injakan kakiku.” Ia melanggar perjanjian itu, Pertama, membunuh Sayyidina Hasan
racun. Hasan syahid pada 50 H. Kedua,
pembantaian
meneruskan
penganiayaan pada para pengikut Imam
Ketiga, ia dan para pejabatnya menggunakan harta umat (Baytul Mal) untuk kepentingan pribadi dan keempat, ia mengangkat anaknya Yazid sebagai
mahkota dan memerintahkan
agar
paksa
dengan
menerimanya. “Yazid manusia yang selalu berbuat dosa dan maksiat, peminum khamar, pembunuh orang yang tidak bersalah. Ia lakukan kefasikan dan kemaksiatannya secara terbuka. Orang sepertiku tidak mungkin berbaiat kepada orang seperti
Rasulullah
Cucu
Husain.
Yazid,” kata
SAW itu akhirnya memutuskan
melakukan perlawanan terhadap Yazid.
yang menghabiskan
beribadat kepada Tuhan,
siang dalam berkhidmat kepada insan,
dengan
berhadapan
sekarang
menghabiskan malam
bermaksiat kepada Yang Mahakuasa
siang untuk berkhianat
keluarga
beserta
Al-Husain
manusia.
meninggalkan Madinah
Mekkah. Begitu sampai di Mekkah, ia menerima 12000 surat dari
Mereka mengundang Imam
Kufah
ke
datang
membaiatnya sebagai Khalifah.
Husain mengirim Muslim bin Aqil untuk membuktikan keseriusan penduduk Kufah tersebut. Dari Mekkah,
meninggalkan wuquf di Arafah, Husain
sahabat-
dan
keluarga
beserta
sahabatnya berangkat menuju
Kerabatnya mendesak Al-Husain untuk membatalkan kepergiannya,
Husain berkata: “Aku berangkat bukan
berbuat
untuk
bukan
ambisi,
karena
atau untuk menimbulkan kerusakan. Aku berangkat
mendatangkan kemaslahatan
Aku
kakekku.
memerintahkan yang makruf
melarang yang mungkar.”
berangkatlah kafilah Husain, dalam terik matahari musim panas yang membakar,
menempuh perjalanan
1800 Km. Ketika kafilah Husain sampai di dekat Kufah, ia menerima berita yang sangat mengejutkan. Muslim bin Aqil dan dua orang pendukungnya di Kufah
dibunuh Ibnu Ziyad, gubernur
Husain mengumpulkan
menceritakan
dan
pengikutnya
Karena ketakutan, sebagian pengikutnya meninggalkan Husain. Al-Husain melanjutkan perjalanan sampai
berhadapan dengan
penunggang kuda yang dipimpin oleh Al-Hurr. Ia didesak ke sebuah tempat yang disebut Karbala, pada tanggal 2 Muharram, 61 H. Ibnu Ziyad mengirim pasukan tambahan di bawah pimpinan
bin Sa’ad. Pada 9 Muharram, pasukan Umar mengepung kemah-
Al-Husain. Ia meminta
untuk menangguhkan serangan sampai keesokan harinya. Bersama
pengikutnya yang setia Imam
menghabiskan malam dalam
berkata: “Musuh
menghendaki nyawaku. Dengan senang
pulang.”
untuk
kalian
izinkan
Pengikutnya berkata: “Demi Allah, tidak mungkin dan tidak pernah terjadi. Kami hidup bersama Anda atau mati bersama
Pada 10 Muharram atau Asyura, berhadapanlah 72 pecinta
dengan 5000 penyembah
keadilan
penegak
segelintir
pendukung kezaliman.
beberapa hari kelompok keluarga Rasulullah kehausan karena jalan
sungai Eufrat ditutup musuh. Beberapa saat sebelum terjadi pertempuran Al-
perbuatannya
menyesali
bergabung dengan Al-Husain. Menjelang sore hari, sudah 70 orang pengikut Husain syahid,
perjuangan yang sangat keras
tengah-tengah sengatan matahari dan kehausan. Musuh bertindak
dengan secara membuta membunuh siapa saja, termasuk
Asghar 6 bulan, yang bersimbah darah
Mereka
Al-Husain.
tangan
membakar kemah-kemah
perempuan dan anak-anak. Pembantaian keluarga Nabi ini berakhir,
ribuan tentara mengeroyok
melepaskan
Syimr
Husain.
seorang
kepala Imam Husain dan ribuan kuda mencabik-cabik dan menginjak-injak jenazahnya. Kepalanya bersama kepala-kepala para syuhada
ditancapkan di ujung tombak dan diarak sepanjang 965 Km. di samping dan di belakang mereka, perempuan-perempuan dan anak-anak
dalam belenggu. Sebuah prosesi yang
mengharukan dalam
prosesi yang
Sebuah
umat manusia.
melambangkan perlawanan tanpa henti terhadap kepongahan para tiran. Bagi
mukmin, setiap hari
ASYURA dan setiap bumi
KARBALA. (Disarikan dari berbagai sumber)


