Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari
dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah. Dia diberi 2 ulimatum oleh
pemberontak (Ghafiki dan Sudan), yaitu mengundurkan diri atau dibunuh.
Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan pemberontak, namun
ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam. Utsman akhirnya
wafat sebagai syahid pada bulan Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak
berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah
perihal kematian Utsman yang syahid nantinya, peristiwa pembunuhan
usman berawal dari pengepungan rumah Utsman oleh para pemberontak selama
40 hari. Utsman wafat pada hari Jumat 18 Dzulhijjah 35 H.[2] Ia dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar