Qatar mengirim sekitar 1.000 pasukan darat ke Yaman, pada Senin (7/9).
Pengiriman tentara ini merupakan keterlibatan pertama Qatar dalam
serangan koalisi pimpinan Arab Saudi melawan kelompok pemberontak Houth,Menurut laporan Al Jazeera, dikutip dari Reuters, sejumlah sumber
militer menyebut pasukan Qatar sedang dalam perjalanan menuju Yaman dan
tengah bersiap bergabung melawan Houthi di ibu kota Sanaa.
Sebelumnya, Qatar turut berperan dalam koalisi serangan serangan udara yang dipimpin Arab Saudi untuk bertempur melawan Houthi, kelompok sekutu Iran yang menduduki Sanaa tahun lalu dan memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi ke pengasingan sejak Maret lalu.
Keterlibatan Qatar ini dilaporkan di tengah eskalasi konflik pasca serangan rudal yang menewaskan puluhan tentara Teluk Arab.
Laporan terebut menyatakan 1.000 tentara Qatar telah dikerahkan bersama 2. 000 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter Apache.
Menurut sumber tersebut, tentara Qatar belum masuk negara Semenanjung Arab. Tapi, seorang pejabat Yaman di Provinsi Marib menyatakan, pasukan Qatar sudah melintasi pos perbatasan al-Wadia yang terletak antara Arab Saudi dan Yaman.
Pergerakan 1.000 tentara Qatar itu didukung oleh oleh 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter Apache buatan Amerika Serikat. Pasukan Qatar akan bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi di Marib.
source: http://international.sindonews.com/read/1041796/43/qatar-kirim-1-000-tentara-ke-yaman-1441638586
Sebelumnya, Qatar turut berperan dalam koalisi serangan serangan udara yang dipimpin Arab Saudi untuk bertempur melawan Houthi, kelompok sekutu Iran yang menduduki Sanaa tahun lalu dan memaksa Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi ke pengasingan sejak Maret lalu.
Keterlibatan Qatar ini dilaporkan di tengah eskalasi konflik pasca serangan rudal yang menewaskan puluhan tentara Teluk Arab.
Laporan terebut menyatakan 1.000 tentara Qatar telah dikerahkan bersama 2. 000 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter Apache.
zonalima-Sekitar 1.000 tentara dari Angkata
Qatar
dilaporkan telah mengirimkan 1.000 pasukan darat ke Yaman. Demikian
dilaporkan Stasiun televisi Al Jazeera yang berbasis di Doha, Senin
(7/9/2015). Sumber-sumber militer mengatakan kepada Reuters, pasukan
Qatar dalam perjalanan ke Yaman untuk mempersiapkan serangan pada
pemberontak Houthi.
Menurut sumber tersebut, tentara Qatar belum masuk negara Semenanjung Arab. Tapi, seorang pejabat Yaman di Provinsi Marib menyatakan, pasukan Qatar sudah melintasi pos perbatasan al-Wadia yang terletak antara Arab Saudi dan Yaman.
Pergerakan 1.000 tentara Qatar itu didukung oleh oleh 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter Apache buatan Amerika Serikat. Pasukan Qatar akan bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi di Marib.
source: http://international.sindonews.com/read/1041796/43/qatar-kirim-1-000-tentara-ke-yaman-1441638586
zonalima-Sekitar
1.000 tentara dari Angkatan Bersenjata Qatar telah dikerahkan ke Yaman
untuk memerangi Houthi bersama pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk
mengembalikan Presiden Hadi ke pemerintahannya, seperti dilansir
‘aljazeera.com’, Senin (7/9).
Seorang wartawan Al Jazeera melaporkan dari perbatasan Saudi-Yaman, pasukan yang didukung oleh lebih dari 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter tempur Apache itu bergerak menuju provinsi Maareb Yaman, untuk bergabung dengan pasukan koalisi Arab lainnya di wilayah tersebut.
Wartawan ‘Al Jazeera’ itu juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan darat Qatar sangat diharapkan untuk mengamankan wilayah gubernuran Jawf. Hal itu bersamaan dengan pergerakan pasukan udara koalisi yang dikabarkan menyerang ibukota Yaman yang masih dikuasai pemberontak, Minggu, setelah tewasnya 60 tentara koalisi Teluk dalam sebuah serangan rudal Houthi, Jumat.
Uni Emirat Arab yang kehilangan 45 tentaranya disebutkan akan segera membalas ‘kekalahan’ terberat yang pernah dialaminya. Dalam serangan rudal itu ikut tewas 10 tentara Saudi, lima Bahrain, serta empat tentara Yaman. “Kami akan membalas dalam waktu dekat,” demikian media Emirat di Abu Dhabi mengutip perkataan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed. “Kami akan terus maju untuk membersihkan Yaman,” katanya lagi.
Pemboman koalisi hari Minggu adalah salah satu serangan udara terberat sejak dilakukannya peperangan melawan Houthi enam bulan lalu. Pesawat-pesawat tempur koalisi memukul pangkalan militer di Nahdain dan Fajj Attan, bukit ibukota, dan kompleks presiden di selatan Sanaa, serta markas pasukan khusus.
Koalisi juga menargetkan posisi Houthi di wilayah utara Sufan dan al-Nahda, hingga memaksa puluhan warga mengungsi ke wilayah pemberontak di dekat kedutaan Saudi dan Emirat, demikian saksi mengatakan kepada ‘AFP’.
PBB memperingatkan situasi kritis Yaman. Dilaporkan lebih dari 4.500 orang telah tewas dalam konflik Yaman, termasuk ratusan anak-anak. PBB mengatakan Yaman kini di ambang kelaparan. Dilaporkan, Minggu, lebih dari 260 orang terluka, sebagian besar warga sipil diterbangkan dari Aden ke wilayah anggota koalisi Yordania, untuk perawatan medis
- See more at: http://www.zonalima.com/artikel/4635/Qatar-Turunkan-1000-Pasukan-Darat-ke-Yaman/#sthash.yctFRoXN.dpuf
Seorang wartawan Al Jazeera melaporkan dari perbatasan Saudi-Yaman, pasukan yang didukung oleh lebih dari 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter tempur Apache itu bergerak menuju provinsi Maareb Yaman, untuk bergabung dengan pasukan koalisi Arab lainnya di wilayah tersebut.
Wartawan ‘Al Jazeera’ itu juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan darat Qatar sangat diharapkan untuk mengamankan wilayah gubernuran Jawf. Hal itu bersamaan dengan pergerakan pasukan udara koalisi yang dikabarkan menyerang ibukota Yaman yang masih dikuasai pemberontak, Minggu, setelah tewasnya 60 tentara koalisi Teluk dalam sebuah serangan rudal Houthi, Jumat.
Uni Emirat Arab yang kehilangan 45 tentaranya disebutkan akan segera membalas ‘kekalahan’ terberat yang pernah dialaminya. Dalam serangan rudal itu ikut tewas 10 tentara Saudi, lima Bahrain, serta empat tentara Yaman. “Kami akan membalas dalam waktu dekat,” demikian media Emirat di Abu Dhabi mengutip perkataan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed. “Kami akan terus maju untuk membersihkan Yaman,” katanya lagi.
Pemboman koalisi hari Minggu adalah salah satu serangan udara terberat sejak dilakukannya peperangan melawan Houthi enam bulan lalu. Pesawat-pesawat tempur koalisi memukul pangkalan militer di Nahdain dan Fajj Attan, bukit ibukota, dan kompleks presiden di selatan Sanaa, serta markas pasukan khusus.
Koalisi juga menargetkan posisi Houthi di wilayah utara Sufan dan al-Nahda, hingga memaksa puluhan warga mengungsi ke wilayah pemberontak di dekat kedutaan Saudi dan Emirat, demikian saksi mengatakan kepada ‘AFP’.
PBB memperingatkan situasi kritis Yaman. Dilaporkan lebih dari 4.500 orang telah tewas dalam konflik Yaman, termasuk ratusan anak-anak. PBB mengatakan Yaman kini di ambang kelaparan. Dilaporkan, Minggu, lebih dari 260 orang terluka, sebagian besar warga sipil diterbangkan dari Aden ke wilayah anggota koalisi Yordania, untuk perawatan medis
- See more at: http://www.zonalima.com/artikel/4635/Qatar-Turunkan-1000-Pasukan-Darat-ke-Yaman/#sthash.yctFRoXN.dpuf
zonalima-Sekitar
1.000 tentara dari Angkatan Bersenjata Qatar telah dikerahkan ke Yaman
untuk memerangi Houthi bersama pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk
mengembalikan Presiden Hadi ke pemerintahannya, seperti dilansir
‘aljazeera.com’, Senin (7/9).
Seorang wartawan Al Jazeera melaporkan dari perbatasan Saudi-Yaman, pasukan yang didukung oleh lebih dari 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter tempur Apache itu bergerak menuju provinsi Maareb Yaman, untuk bergabung dengan pasukan koalisi Arab lainnya di wilayah tersebut.
Wartawan ‘Al Jazeera’ itu juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan darat Qatar sangat diharapkan untuk mengamankan wilayah gubernuran Jawf. Hal itu bersamaan dengan pergerakan pasukan udara koalisi yang dikabarkan menyerang ibukota Yaman yang masih dikuasai pemberontak, Minggu, setelah tewasnya 60 tentara koalisi Teluk dalam sebuah serangan rudal Houthi, Jumat.
Uni Emirat Arab yang kehilangan 45 tentaranya disebutkan akan segera membalas ‘kekalahan’ terberat yang pernah dialaminya. Dalam serangan rudal itu ikut tewas 10 tentara Saudi, lima Bahrain, serta empat tentara Yaman. “Kami akan membalas dalam waktu dekat,” demikian media Emirat di Abu Dhabi mengutip perkataan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed. “Kami akan terus maju untuk membersihkan Yaman,” katanya lagi.
Pemboman koalisi hari Minggu adalah salah satu serangan udara terberat sejak dilakukannya peperangan melawan Houthi enam bulan lalu. Pesawat-pesawat tempur koalisi memukul pangkalan militer di Nahdain dan Fajj Attan, bukit ibukota, dan kompleks presiden di selatan Sanaa, serta markas pasukan khusus.
Koalisi juga menargetkan posisi Houthi di wilayah utara Sufan dan al-Nahda, hingga memaksa puluhan warga mengungsi ke wilayah pemberontak di dekat kedutaan Saudi dan Emirat, demikian saksi mengatakan kepada ‘AFP’.
PBB memperingatkan situasi kritis Yaman. Dilaporkan lebih dari 4.500 orang telah tewas dalam konflik Yaman, termasuk ratusan anak-anak. PBB mengatakan Yaman kini di ambang kelaparan. Dilaporkan, Minggu, lebih dari 260 orang terluka, sebagian besar warga sipil diterbangkan dari Aden ke wilayah anggota koalisi Yordania, untuk perawatan medis
- See more at: http://www.zonalima.com/artikel/4635/Qatar-Turunkan-1000-Pasukan-Darat-ke-Yaman/#sthash.yctFRoXN.dpuf
Seorang wartawan Al Jazeera melaporkan dari perbatasan Saudi-Yaman, pasukan yang didukung oleh lebih dari 200 kendaraan lapis baja dan 30 helikopter tempur Apache itu bergerak menuju provinsi Maareb Yaman, untuk bergabung dengan pasukan koalisi Arab lainnya di wilayah tersebut.
Wartawan ‘Al Jazeera’ itu juga mengatakan bahwa kehadiran pasukan darat Qatar sangat diharapkan untuk mengamankan wilayah gubernuran Jawf. Hal itu bersamaan dengan pergerakan pasukan udara koalisi yang dikabarkan menyerang ibukota Yaman yang masih dikuasai pemberontak, Minggu, setelah tewasnya 60 tentara koalisi Teluk dalam sebuah serangan rudal Houthi, Jumat.
Uni Emirat Arab yang kehilangan 45 tentaranya disebutkan akan segera membalas ‘kekalahan’ terberat yang pernah dialaminya. Dalam serangan rudal itu ikut tewas 10 tentara Saudi, lima Bahrain, serta empat tentara Yaman. “Kami akan membalas dalam waktu dekat,” demikian media Emirat di Abu Dhabi mengutip perkataan Putra Mahkota Sheikh Mohammed bin Zayed. “Kami akan terus maju untuk membersihkan Yaman,” katanya lagi.
Pemboman koalisi hari Minggu adalah salah satu serangan udara terberat sejak dilakukannya peperangan melawan Houthi enam bulan lalu. Pesawat-pesawat tempur koalisi memukul pangkalan militer di Nahdain dan Fajj Attan, bukit ibukota, dan kompleks presiden di selatan Sanaa, serta markas pasukan khusus.
Koalisi juga menargetkan posisi Houthi di wilayah utara Sufan dan al-Nahda, hingga memaksa puluhan warga mengungsi ke wilayah pemberontak di dekat kedutaan Saudi dan Emirat, demikian saksi mengatakan kepada ‘AFP’.
PBB memperingatkan situasi kritis Yaman. Dilaporkan lebih dari 4.500 orang telah tewas dalam konflik Yaman, termasuk ratusan anak-anak. PBB mengatakan Yaman kini di ambang kelaparan. Dilaporkan, Minggu, lebih dari 260 orang terluka, sebagian besar warga sipil diterbangkan dari Aden ke wilayah anggota koalisi Yordania, untuk perawatan medis
- See more at: http://www.zonalima.com/artikel/4635/Qatar-Turunkan-1000-Pasukan-Darat-ke-Yaman/#sthash.yctFRoXN.dpuf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar