Pasukan Rusia mulai ikut berpartisipasi dalam operasi militer,
mendukung pasukan pemerintah di Suriah. Meski jumlah pasukan Rusia
kecil, namun keikutsertannya dikhawatirkan akan memperdalam perang sipil
di Suriah.
Sumber dari Lebanon yang dekat dengan situasi
politik dan militer di Suriah pada Rabu (9/9) berbicara hal ini kepada
Reuters. Namun mereka menolak diidentifikasikan. Menurut mereka Amerika
Serikat khawatir peran militer Rusia dapat memperdalam perang sipil
Suriah. Meski mereka mengatakan, hanya sejumlah kecil pasukan yang
diturunkan.
Dua dari sumber Lebanon mengatakan, Rusia telah
membangun dua pangkalan di Suriah. Satu pangkalan di dekat pantai dan
satu di daratan yang akan menjadi markas operasi.
Sumber Lebanon lain mengatakan, sejauh ini peran
tempur Rusia masih kecil. Menurutnya ada sejumlah lain dari Rusia yang
mengambil bagian di Suriah tapi belum bergabung dengan perang melawn
terorisme.
"Rusia tak lagi hanya menjadi penasihat. Rusia
telah memutuskan bergabung dalam perang melawan terorisme," ungkap salah
satu sumber.
Rusia menegaskan menempatkan 'ahli' dalam operasi
darat di Suriah yang merupakan sekutu lamanya di Timur Tengah. Namun
mereka menolak mengomentari skala dan lingkup kehadiran militernya.
Damaskus membantah Rusia terlibat dalam
pertempuran, tapi seorang pejabat Suriah mengatakan kehadiran para ahli
militer meningkat dalam setahun terakhir. "Ahli Rusia selalu hadir tapi
di tahun lalu, mereka hadir untuk tingkat yang lebih besar," ujar
pejabat Suriah.
Para pejabat AS mengatakan, Rusia mengirim kapal
pendarat tank dan dua pesawat kargo tambahan untuk Suriah. Tak hanya
itu, mereka juga menyebarkan sejumlah kecil pasukan infanteri angkatan
laut.
Para pejabat AS juga berbicara dengan syarat
anonim. Mereka mengatakan, maksud dari gerakan militer Rusia di Suriah
tidak jelas. Nampaknya fokus penempatan tentara Rusia di sebuah lapangan
udara dekat pelabuhan Latakia, kubu Presiden Bashar al-Assad.
Namun, para pejabat AS tak mengesampingkan
kemungkinan Rusia menggunakan lapangan terbang untuk misi pertempuran
udara. Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah berbicara dengan rekan
Rusianya terkait hal ini.
Kerry untuk kedua kalinya dalam empat hari terakhir
ini telah mengungkapkan keprihatinan atas laporan kegiatan militer
Rusia di Suriah. Ia memperingatkan, hal itu bisa memicu lebih banyak
pertempuran.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar