Kamis, 03 September 2015
jamaah haji indonesia tahun ini sebanyak 155.200 orang
Kementerian Haji Arab Saudi memperkirakan jumlah jamaah haji tahun
1436 H/ 2015 M sebanyak 1.355.000 jamaah mancanegara dan 48.000 jamaah
domestik.
“Hingga Minggu kemarin sebanyak 99.000 jamaah telah tiba di Arab Saudi, 48.000 di antaranya melalui Bandara Jeddah, dan 51.000 lainnya melalui Bandara Madinah,” ungkap kementrian tersebut, Senin (24/8), seperti dilansir harian al-Riyadh.
Disebutkan pula hingga Minggu lalu Saudi telah mengeluarkan visa haji sebanyak 615.976 buah untuk para calon jemaah haji tahun ini.
Pada tahun ini sebanyak lebih dari 37.000 jamaah haji akan diantar dengan kereta api untuk pelaksanaan manasik haji dari Mekkah menuju Masy’ar dan Mina.
Mengenai jamaah haji Indonesia, beberapa waktu lalu Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A menyebutkan bahwa kuota haji reguler Indonesia tahun ini sebanyak 155.200 orang dan telah didistribusikan ke daerah berdasarkan urutan porsi yang berangkat pada tahun ini dan sesuai kuota daerah.
Mari kita memohon kepada Allah, agar Dia berikan haji yang mabrur kepada kaum muslimin, muslimat yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Aamiin
“Hingga Minggu kemarin sebanyak 99.000 jamaah telah tiba di Arab Saudi, 48.000 di antaranya melalui Bandara Jeddah, dan 51.000 lainnya melalui Bandara Madinah,” ungkap kementrian tersebut, Senin (24/8), seperti dilansir harian al-Riyadh.
Disebutkan pula hingga Minggu lalu Saudi telah mengeluarkan visa haji sebanyak 615.976 buah untuk para calon jemaah haji tahun ini.
Pada tahun ini sebanyak lebih dari 37.000 jamaah haji akan diantar dengan kereta api untuk pelaksanaan manasik haji dari Mekkah menuju Masy’ar dan Mina.
Mengenai jamaah haji Indonesia, beberapa waktu lalu Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A menyebutkan bahwa kuota haji reguler Indonesia tahun ini sebanyak 155.200 orang dan telah didistribusikan ke daerah berdasarkan urutan porsi yang berangkat pada tahun ini dan sesuai kuota daerah.
Mari kita memohon kepada Allah, agar Dia berikan haji yang mabrur kepada kaum muslimin, muslimat yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Aamiin
Pemberangkatan jemaah haji gelombang pertama berakhir
Pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama dari Tanah
Air menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Saudi
Arabia, berakhir Kamis dan akan disusul dengan gelombang kedua, Jumat
(4/9) dengan tujuan Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Data yang diterima tim Media Center Haji (MCH) Makkah, Kamis, menyebutkan pada hari ini akan diberangkatkan 11 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi yang membawa sebanyak 4.545 jemaah menuju Bandara AMAA di Madinah.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 1436H/2015M yang dikeluarkan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sebagian besar jemaah akan berangkat dari embarkasi Solo (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur) masing-masing sebanyak tiga kloter.
Sedangkan jemaah lainnya berangkat dari embarkasi Balikpapan (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatera Selatan), Makasar (Sulawesi Selatan), Batam (Kepulauan Riau), dan Padang (Sumatera Barat) masing-masing satu kloter.
Berikut data 11 kloter yang berangkat terakhir pada gelombang pertama menuju Bandara AMAA, Madinah, Saudi Arabia, Kamis:
1. Tiga kloter dari Embarkasi Solo (SOC), yaitu: SOC 34 (355 jemaah Jateng) terbang 02.20 WIB dengan GIA 6009, SOC 35 (355 jemaah Jateng) terbang 10.20 WIB dengan GIA 6309, SOC 36 (355 jemaah Jateng) terbang 17.50 WIB dengan GIA 6209.
2. Tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB), yaitu: SUB 29 (445 jemaah Jatim) terbang 15.30 WIB dengan SV 5415, SUB 30 (445 jemaah Jatim) terbang 17.30 WIB dengan SV 5409, dan SUB 31 (445 jemaah Jatim) terbang 19.30 WIB dengan SV 5411.
3. Satu kloter dari Embarkasi Balikpapan (BPN), yaitu: BPN 9 (355 jemaah Kaltim) terbang 04.15 WIB dengan GA 4109;
4. Satu kloter dari Embarkasi Palembang (PLM), yaitu: PLM 7 (158 jemaah Sumsel dan 287 jemaah Babel) terbang 08.30 WIB dengan SV 5431.
5. Satu kloter dari Embarkasi Makassar (UPG), yaitu: UPG 10 (450 jemaah Sulbar) terbang 10.20 WIB dengan GA 1110.
6. Satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH), yaitu: BTH 10 (445 jemaah Riau) terbang 10.30 WIB dengan SV 5433.
7. Satu kloter dari Embarkasi Padang (PDG), yaitu: PDG 10 (450 jemaah Sumbar) terbang 17.30 WIB dengan GA 3310.
"Mulai besok (4/9) jemaah haji yang berangkat dari Tanah Air langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, untuk kemudian langsung masuk ke Makkah,
"Tahun ini tidak ada hotel transit di Jeddah. Jemaah haji gelombang kedua langsung masuk Mekah," ujar Nurul.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut Nurul, banyak jemaah yang barang bawaannya tertinggal, seperti jam, tas, bahkan paspor. Karena itu, jemaah diimbau mengingat-ingat barang yang dibawanya agar tidak ketinggalan.
"Kalau kesulitan memakai kain ihram, silakan minta bantuan petugas yang standby di situ. Kami kerahkan sekitar 60 orang petugas," kata Nurul.
Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Jemaah Daker Bandara Jeddah-Madinah Edayanti Dasril Munir menambahkan, seluruh petugas siap menyambut jemaah di Bandara KAA Jeddah.
190 Kloter
Total ada sekitar 190 kloter gelombang kedua yang akan mendarat di Jeddah. Jumlah kloter kemungkinan bisa berubah mengingat akan penerbangan tambahan (sapu jagad) untuk mengangkut jemaah yang tertunda keberangkatannya karena masalah visa.
Manajer Operasional Garuda Indonesia di Bandara AMMA Madinah Saleh Nugraha mengatakan, Garuda Indonesia selaku salah satu maskapai yang mengangkut jemaah haji Tanah Air sudah siap untuk kedatangan gelombang kedua jemaah di Jeddah.
"Kami sudah pindahkan sebagian tim ke Jeddah, secara bertahap menunggu selesainya pendaratan jemaah di Madinah," kata Saleh.
Sesuai jadwal, pesawat Garuda yang membawa jemaah calon haji Indonesia akan mendarat pertama di Bandara Jeddah, Jumat 4 September 2015 pukul 07.05 WAS yang berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pada hari pertama akan ada enam pesawat Garuda yang mendarat. Mereka berasal dari embarkasi Jakarta (2 kloter), Solo, Medan, Lombok dan Balikpapan. (Ans/Ali)
Data yang diterima tim Media Center Haji (MCH) Makkah, Kamis, menyebutkan pada hari ini akan diberangkatkan 11 kelompok terbang (kloter) dari berbagai embarkasi yang membawa sebanyak 4.545 jemaah menuju Bandara AMAA di Madinah.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji 1436H/2015M yang dikeluarkan oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sebagian besar jemaah akan berangkat dari embarkasi Solo (Jawa Tengah) dan Surabaya (Jawa Timur) masing-masing sebanyak tiga kloter.
Sedangkan jemaah lainnya berangkat dari embarkasi Balikpapan (Kalimantan Timur), Palembang (Sumatera Selatan), Makasar (Sulawesi Selatan), Batam (Kepulauan Riau), dan Padang (Sumatera Barat) masing-masing satu kloter.
Berikut data 11 kloter yang berangkat terakhir pada gelombang pertama menuju Bandara AMAA, Madinah, Saudi Arabia, Kamis:
1. Tiga kloter dari Embarkasi Solo (SOC), yaitu: SOC 34 (355 jemaah Jateng) terbang 02.20 WIB dengan GIA 6009, SOC 35 (355 jemaah Jateng) terbang 10.20 WIB dengan GIA 6309, SOC 36 (355 jemaah Jateng) terbang 17.50 WIB dengan GIA 6209.
2. Tiga kloter dari Embarkasi Surabaya (SUB), yaitu: SUB 29 (445 jemaah Jatim) terbang 15.30 WIB dengan SV 5415, SUB 30 (445 jemaah Jatim) terbang 17.30 WIB dengan SV 5409, dan SUB 31 (445 jemaah Jatim) terbang 19.30 WIB dengan SV 5411.
3. Satu kloter dari Embarkasi Balikpapan (BPN), yaitu: BPN 9 (355 jemaah Kaltim) terbang 04.15 WIB dengan GA 4109;
4. Satu kloter dari Embarkasi Palembang (PLM), yaitu: PLM 7 (158 jemaah Sumsel dan 287 jemaah Babel) terbang 08.30 WIB dengan SV 5431.
5. Satu kloter dari Embarkasi Makassar (UPG), yaitu: UPG 10 (450 jemaah Sulbar) terbang 10.20 WIB dengan GA 1110.
6. Satu kloter dari Embarkasi Batam (BTH), yaitu: BTH 10 (445 jemaah Riau) terbang 10.30 WIB dengan SV 5433.
7. Satu kloter dari Embarkasi Padang (PDG), yaitu: PDG 10 (450 jemaah Sumbar) terbang 17.30 WIB dengan GA 3310.
"Mulai besok (4/9) jemaah haji yang berangkat dari Tanah Air langsung menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, untuk kemudian langsung masuk ke Makkah,
Pemberangkatan jemaah calon haji asal Indonesia
ke Tanah Suci tujuan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Kota
Madinah, Arab Saudi, sebanyak 184 kelompok terbang (kloter) gelombang
pertama calon haji Indonesia berakhir hari ini.
Sebelumnya masih ada 11 kloter lagi dari berbagai embarkasi di Tanah Air yang membawa sebanyak 4.545 anggota jemaah menuju Bandara AMMA, Madinah. Selanjutnya 190 kloter gelombang kedua akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, Arab Saudi pada periode 4-17 September 2015.
Pada hari pertama kedatangan, dijadwalkan ada 11 kelompok penerbangan (kloter) yang mendarat di Bandara KAA mulai Jumat 4 September 2015 pukul 04.35 waktu Arab Saudi (WAS).
Rombongan berasal dari kloter 33, 34, 35 Jakarta Bekasi (JKS), kloter 20, 21 Jakarta Pondok Gede (JKG), kloter 13 Medan (MES), kloter 37 Solo (SOC), kloter 8 Palembang (PLM), kloter 9 Lampung (LOP), kloter 11 Batam (BTH), dan kloter 10 Balikpapan (BPN).
"Pesawat pertama gelombang kedua dijadwalkan mendarat (Jumat 4 September 2015) pukul 04.35 waktu setempat dari kloter 33 JKS," ucap Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badrutmamam di Jeddah, Kamis (3/9/2015).
Nurul menjelaskan, petugas bandara sudah berkoordinasi dengan Daker Mekah untuk kesiapan penyambutan jemaah. Seusai mendarat, jemaah haji dari Tanah Air langsung diberangkatkan ke Mekah dengan menggunakan bus.
Hal ini berbeda dengan jemaah haji gelombang pertama yang mendarat di Bandara AMMA Madinah. Jemaah haji gelombang pertama lebih dulu tinggal di Madinah selama 9 hari sebelum diberangkatkan ke Mekah.
Tak Ada Hotel TransitSebelumnya masih ada 11 kloter lagi dari berbagai embarkasi di Tanah Air yang membawa sebanyak 4.545 anggota jemaah menuju Bandara AMMA, Madinah. Selanjutnya 190 kloter gelombang kedua akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, Arab Saudi pada periode 4-17 September 2015.
Pada hari pertama kedatangan, dijadwalkan ada 11 kelompok penerbangan (kloter) yang mendarat di Bandara KAA mulai Jumat 4 September 2015 pukul 04.35 waktu Arab Saudi (WAS).
Rombongan berasal dari kloter 33, 34, 35 Jakarta Bekasi (JKS), kloter 20, 21 Jakarta Pondok Gede (JKG), kloter 13 Medan (MES), kloter 37 Solo (SOC), kloter 8 Palembang (PLM), kloter 9 Lampung (LOP), kloter 11 Batam (BTH), dan kloter 10 Balikpapan (BPN).
"Pesawat pertama gelombang kedua dijadwalkan mendarat (Jumat 4 September 2015) pukul 04.35 waktu setempat dari kloter 33 JKS," ucap Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badrutmamam di Jeddah, Kamis (3/9/2015).
Nurul menjelaskan, petugas bandara sudah berkoordinasi dengan Daker Mekah untuk kesiapan penyambutan jemaah. Seusai mendarat, jemaah haji dari Tanah Air langsung diberangkatkan ke Mekah dengan menggunakan bus.
Hal ini berbeda dengan jemaah haji gelombang pertama yang mendarat di Bandara AMMA Madinah. Jemaah haji gelombang pertama lebih dulu tinggal di Madinah selama 9 hari sebelum diberangkatkan ke Mekah.
"Tahun ini tidak ada hotel transit di Jeddah. Jemaah haji gelombang kedua langsung masuk Mekah," ujar Nurul.
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menurut Nurul, banyak jemaah yang barang bawaannya tertinggal, seperti jam, tas, bahkan paspor. Karena itu, jemaah diimbau mengingat-ingat barang yang dibawanya agar tidak ketinggalan.
"Kalau kesulitan memakai kain ihram, silakan minta bantuan petugas yang standby di situ. Kami kerahkan sekitar 60 orang petugas," kata Nurul.
Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Jemaah Daker Bandara Jeddah-Madinah Edayanti Dasril Munir menambahkan, seluruh petugas siap menyambut jemaah di Bandara KAA Jeddah.
190 Kloter
Total ada sekitar 190 kloter gelombang kedua yang akan mendarat di Jeddah. Jumlah kloter kemungkinan bisa berubah mengingat akan penerbangan tambahan (sapu jagad) untuk mengangkut jemaah yang tertunda keberangkatannya karena masalah visa.
Manajer Operasional Garuda Indonesia di Bandara AMMA Madinah Saleh Nugraha mengatakan, Garuda Indonesia selaku salah satu maskapai yang mengangkut jemaah haji Tanah Air sudah siap untuk kedatangan gelombang kedua jemaah di Jeddah.
"Kami sudah pindahkan sebagian tim ke Jeddah, secara bertahap menunggu selesainya pendaratan jemaah di Madinah," kata Saleh.
Sesuai jadwal, pesawat Garuda yang membawa jemaah calon haji Indonesia akan mendarat pertama di Bandara Jeddah, Jumat 4 September 2015 pukul 07.05 WAS yang berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Pada hari pertama akan ada enam pesawat Garuda yang mendarat. Mereka berasal dari embarkasi Jakarta (2 kloter), Solo, Medan, Lombok dan Balikpapan. (Ans/Ali)
17 September 2015 (4 Dzulhijjah 1436)= Akhir pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
20 Agustus 2015 (5 Dzulqoidah 1436)= Calon jemaah haji masuk asrama haji.
21 Agustus 2015 (6 Dzulqoidah 1436)= Awal pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
30 Agustus 2015 (15 Dzulqoidah 1436)= Awal jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
03 September 2015 (19 Dzulqoidah 1436)= Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah/ Jeddah pukul 24.00 waktu Arab Saudi.
04 September 2015 (20 Dzulqoidah 1436)= Awal calon jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
12 September 2015 (28 Dzulqoidah 1436)= Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
17 September 2015 (4 Dzulhijjah 1436)= Akhir pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
17 September 2015 (4 Dzulhijjah 1436)= Closing date KAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS).
21 September 2015 (8 Dzulhijjah 1436)= Hari Tarwiyah.
22 September 2015 (9 Dzulhijjah 1436)= Wukuf di Arafah.
23 September 2015 (10 Dzulhijjah 1436)= Idul Adha 1436 H.
24 - 26 September 2015 (11-13 Dzulhijjah 1436 H)= Hari Tasyrik.
28 September 2015 (15 Dzulhijjah 1436)= Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Makkah melalui bandara KAAIA Jeddah ke Tanah Air.
29 September 2015 (16 Dzulhijjah 1436)= Awal kedatangan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air.
03 Oktober 2015 (20 Dzulhijjah 1436)= Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
11 Oktober 2015 (28 Dzulhijjah 1436)= Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang 1 dari Makkah ke bandara KAAI Jeddah.
12 Oktober 2015 (29 Dzulhijjah 1436)= Awal pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
14 Oktober 2015 (1 Muharram 1437)= Tahun baru hijriah.
16 Oktober 2015 (3 Muharram 1437)= Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
25 Oktober 2015 (12 Muharram 1437)= Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
26 Oktober 2015 (14 Muharram 1437)= Akhir kedatangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
21 Agustus 2015 (6 Dzulqoidah 1436)= Awal pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
30 Agustus 2015 (15 Dzulqoidah 1436)= Awal jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
03 September 2015 (19 Dzulqoidah 1436)= Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah/ Jeddah pukul 24.00 waktu Arab Saudi.
04 September 2015 (20 Dzulqoidah 1436)= Awal calon jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
12 September 2015 (28 Dzulqoidah 1436)= Akhir calon jemaah haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah.
17 September 2015 (4 Dzulhijjah 1436)= Akhir pemberangkatan calon jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
17 September 2015 (4 Dzulhijjah 1436)= Closing date KAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS).
21 September 2015 (8 Dzulhijjah 1436)= Hari Tarwiyah.
22 September 2015 (9 Dzulhijjah 1436)= Wukuf di Arafah.
23 September 2015 (10 Dzulhijjah 1436)= Idul Adha 1436 H.
24 - 26 September 2015 (11-13 Dzulhijjah 1436 H)= Hari Tasyrik.
28 September 2015 (15 Dzulhijjah 1436)= Awal pemulangan jemaah haji Gelombang I dari Makkah melalui bandara KAAIA Jeddah ke Tanah Air.
29 September 2015 (16 Dzulhijjah 1436)= Awal kedatangan jemaah haji Gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air.
03 Oktober 2015 (20 Dzulhijjah 1436)= Awal pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
11 Oktober 2015 (28 Dzulhijjah 1436)= Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang 1 dari Makkah ke bandara KAAI Jeddah.
12 Oktober 2015 (29 Dzulhijjah 1436)= Awal pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
14 Oktober 2015 (1 Muharram 1437)= Tahun baru hijriah.
16 Oktober 2015 (3 Muharram 1437)= Akhir pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah.
25 Oktober 2015 (12 Muharram 1437)= Akhir pemulangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
26 Oktober 2015 (14 Muharram 1437)= Akhir kedatangan jemaah haji Gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
Rabu, 02 September 2015
IMF Kembali..?
Kedatangan Managing Director International Monetary Fund (IMF),
Christine Lagarde ke Indonesia tanggal 1-2 September 2015 harus
diwaspadai sebagai upaya IMF masuk kembali ke Indonesia dengan paket
ekonomi yang liberal dan pro pasar.
Menurut Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (PKR), Khalid Zabidi, kedatangan Christine ke Indonesia disaat perekonomian tidak membaik menjadi suatu indikator bahwa IMF kembali menjebak pemerintah Indonesia agar terjerat utang.
"Ditengah krisis ekonomi yang sedang dialami Indonesia, kedatangan Direktur IMF bisa dikatakan bentuk keputusasaan pemerintahan Jokowi JK sehingga merasa perlu berbicara dengan Direktur IMF," tutur Khalid, dalam keterangan pers, Senin (31/08/2015).
Bisa jadi, kata Khalid, kedatangan Christine Lagarde justru memantik meluasnya ketidakpercayaan publik kepada pemerintahan Jokowi dalam menghadapi krisis yang semakin dalam. "Kita tidak boleh mengulang kembali masuk dalam jebakan IMF untuk kedua kalinya," tegas Khalid yang juga pengajar di Universitas Paramadina.
Sebagai informasi, Managing Director International Monetery Fund (IMF) Christine Lagarde menjadwalkan untuk mengunjungi Indonesia pada 1 hingga 2 September 2015. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Lagarde akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.
Christine Lagarde dijadwalkan juga akan berpartisipasi dalam konferensi tingkat regional yang bertema “Masa Depan Keuangan Asia: Pembiayaan untuk Pembangunan 2015” di Jakarta pada tanggal 2 September 2015. Acara ini berjalan atas kerja sama IMF dengan Bank Indonesia.
Menurut Sekjen Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (PKR), Khalid Zabidi, kedatangan Christine ke Indonesia disaat perekonomian tidak membaik menjadi suatu indikator bahwa IMF kembali menjebak pemerintah Indonesia agar terjerat utang.
"Ditengah krisis ekonomi yang sedang dialami Indonesia, kedatangan Direktur IMF bisa dikatakan bentuk keputusasaan pemerintahan Jokowi JK sehingga merasa perlu berbicara dengan Direktur IMF," tutur Khalid, dalam keterangan pers, Senin (31/08/2015).
Bisa jadi, kata Khalid, kedatangan Christine Lagarde justru memantik meluasnya ketidakpercayaan publik kepada pemerintahan Jokowi dalam menghadapi krisis yang semakin dalam. "Kita tidak boleh mengulang kembali masuk dalam jebakan IMF untuk kedua kalinya," tegas Khalid yang juga pengajar di Universitas Paramadina.
Sebagai informasi, Managing Director International Monetery Fund (IMF) Christine Lagarde menjadwalkan untuk mengunjungi Indonesia pada 1 hingga 2 September 2015. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Lagarde akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.
Christine Lagarde dijadwalkan juga akan berpartisipasi dalam konferensi tingkat regional yang bertema “Masa Depan Keuangan Asia: Pembiayaan untuk Pembangunan 2015” di Jakarta pada tanggal 2 September 2015. Acara ini berjalan atas kerja sama IMF dengan Bank Indonesia.
hari ini,2 september DAULAH ISLAMIYYAH RESMI TERBITKAN MATA UANG EMAS 5 DINAR
(IS) kembali menerbitkan sebuah film dokumenter mengenai bagaimana IS memproses mata uang dinar yang berbahan baku emas.
Dalam film dokumenter berdurasi sekitar 1 jam tersebut, IS menjelaskan bahwa mata uang dinar, dirham, dan pecahan mata uang terbawah yang dikenal dengan uang sen tembaga akan menjadi mata uang utama di wilayah-wilayah yang dikuasai organisasi.
Tidak hanya sampai disana, rencananya IS akan menjual hasil minyak dan gas yang mereka miliki dengan emas atau mata uang emas seperti dinar dan dirham.
IS berharap bahwa mata uang yang diterbitkannya akan mampu menjadi penyaing global mata uang kertas yang kini bertumpu pada dolar buatan Amerika Serikat yang berbasis riba.
Film dokumenter ini sendiri dibuat oleh “pusat informasi kehidupan” milik Islamic State.
Dalam film dokumenter berdurasi sekitar 1 jam tersebut, IS menjelaskan bahwa mata uang dinar, dirham, dan pecahan mata uang terbawah yang dikenal dengan uang sen tembaga akan menjadi mata uang utama di wilayah-wilayah yang dikuasai organisasi.
Tidak hanya sampai disana, rencananya IS akan menjual hasil minyak dan gas yang mereka miliki dengan emas atau mata uang emas seperti dinar dan dirham.
IS berharap bahwa mata uang yang diterbitkannya akan mampu menjadi penyaing global mata uang kertas yang kini bertumpu pada dolar buatan Amerika Serikat yang berbasis riba.
Film dokumenter ini sendiri dibuat oleh “pusat informasi kehidupan” milik Islamic State.
Langganan:
Postingan (Atom)

j




